DetikNews
Sabtu 29 Agustus 2015, 14:24 WIB

4 Perempuan Capim KPK

Chesna Fizetty Anwar, 'Orang Lama' yang Ingin Kembali ke KPK

Ahmad Toriq - detikNews
Chesna Fizetty Anwar, Orang Lama yang Ingin Kembali ke KPK Foto: Nur Khafifah/detikcom
Jakarta - Hanya tinggal 4 perempuan tersisa sebagai calon pimpinan KPK. Salah satunya adalah Chesna Fizetty Anwar, penggemar buku La Tahzan yang ingin membuat KPK lebih cekatan.

Chesna bukan orang baru di KPK. Dulu, dia pernah menjabat sebagai Direktur Pengawasan Internal KPK selama 4 tahun, dari 2006 hingga 2010. Chesna mengundurkan diri dari KPK tepatnya pada 1 April 2010.

Saat masih di KPK, Chesna bertugas melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran prosedur dan hukum yang diduga dilakukan oleh seluruh pimpinan dan pegawai KPK. Termasuk yang pernah diperiksanya adalah mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

Setelah mengundurkan diri dari KPK, Chesna sempat mendaftar untuk menjadi Dewan Komisaris OJK, namun gagal pada tahap II. Saat ini dia adalah Direktur Kepatuhan Standard Chartered Bank. Sebelumnya dia juga pernah berkarir di Citibank sebagai Vice President Emerging Markets Citibank & Komisaris PT Citigroup Securities Indonesia.

Dalam wawancara dengan panitia seleksi KPK Senin (24/8) lalu, Chesna disorot soal KTP nya yang tak diurus selama dua tahun. Awalnya Ketua pansel Destry Damayanti bertanya mengenai informasi tempat tinggal di KTP. Informasi tersebut berbeda dengan tempat yang ditinggali Chesna saat ini.

Chesna lalu menjelaskan bahwa dia pindah rumah sejak dua tahun lalu dan belum sempat mengubah keterangan di KTP.

"Saya menikah lagi, dan saya pindah rumah," ujar Chesna dalam wawancara terbuka di gedung Setneg, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Senin (24/8) lalu.

Di luar sorotan masalah KTP tersebut, Chesna mengikuti seleksi capim dengan segudang visi soal pencegahan korupsi. Paper yang ditulisnya untuk lolos ujian tertulis berjudul "Indonesiaku Negara Langka Korupsi", yang berisi tentang visi misinya membuat kinerja KPK lebih baik dan efisien.

"Pendidikan mengenai korupsi itu penting dilakukan untuk mencegah korupsi mulai dari perkotaan hingga pedesaan, bahwa tindak pidana korupsi akan muncul apabila tidak ada iktikad dan moral yang baik dari para pelaku," kata Chesna dalam wawancara dengan tim pansel 24 Agustus lalu.
 
Kepada pansel, Chesna menjelaskan soal keinginannya untuk menggalakkan program pendidikan antikorupsi, untuk pencegahan prilaku koruptif. Dia juga menegaskan pengalaman panjangnya sebagai bankir akan berguna bagi KPK, utamanya terkait kejahatan pencucian uang.

Chesna kini tinggal menunggu keputusan pansel soal nasib pencalonannya sebagai capim KPK. Akankah dia diajukan pansel ke DPR?
(tor/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed