"Gedung itu menjadi saksi sejarah ketika Indonesia jadi pilarnya dunia. Gedung yang bersejarah ini, untuk revolusi mental diperlukan yang namanya perjalanan kesejarahan bangsa kita, ada monumen dan museum yang hidup," kata Hasto usai acara pelantikan anggota Badan Saksi Pemilu Nasional dan Badan Pemenangan Pemilu di Kantor PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2015).
"Ketika diperlukan gedung baru, kami melihat objektifitas itu. Diperlukan adanya museum dan monumen yang hidup," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPR punya tugas memperbaiki citranya, kinerjanya, iya. Tapi juga penguatan infrastruktur yang membuat DPR bisa bekerja dengan baik memang diperlukan," ujar Hasto.
"Kita harus melihat terlebih dulu kondisi APBN kita. Melihat situasional perekonomian kita. Dalam situasi sekarang ini tentu kita akan mendorong pemerintah untuk duduk bersama dengan otoritas keuangan, baik itu BI maupun OJK, untuk mengkomunikasikan kebijakan ekonomi dan kebijakan fiskal," terangnya.
(rna/erd)











































