detikNews
2015/08/11 09:58:45 WIB

Kasus Yayasan Supersemar

Dihukum MA, Begini Patgulipat Rp 4,4 Triliun Ala Presiden Soeharto

Andi Saputra - detikNews
Halaman 4 dari 4
Dihukum MA, Begini Patgulipat Rp 4,4 Triliun Ala Presiden Soeharto Foto: Bagus Kurniawan

Namun tidak mudah bagi negara untuk menjerat Soeharto. Butuh waktu bertahun-tahun mengembalikan uang rakyat tersebut. Diawali dengan menang gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 27 Maret 2008. Gugatan ini dikuatkan ditingkat banding dan kasasi.

Namun di tingkat kasasi, terjadi salah ketik. Seharusnya Yayasan Supersemar membayar kepada Penggugat 75 persen x USD 420 juta atau sama dengan USD 315 juta dan 75 persen x Rp 185.918.904.000 = Rp 139.229.178.000. Namun ternyata putusan kasasi malah tertulis Rp 185.918.904.

Kesalahan ketik ini lalu membuat geger karena putusan tidak dapat dieksekusi. Jaksa lalu melakukan peninjauan kembali pada September 2013. Dalam PK ini, Jaksa Agung Basrief Arief memasukkan ahli waris keluarga Soeharto untuk bertanggung jawab karena Soeharto telah meninggal dunia. 

"Mengabulkan permohonan pemohon PK yaitu Negara Republik Indonesia cq Presiden Republik Indonesia terhadap termohon tergugat HM Soeharto alias Soeharto (ahli warisnya) dkk," putus MA.

Putusan ini diketok oleh Suwardi yang juga Wakil Ketua MA bidang Nonyudisial dengan anggota majelis Soltony Mohdally dan Mahdi Soroinda Nasution. Vonis dengan nilai perkara sangat besar ini diketok pada 8 Juli 2015 lalu.

"Insya Allah putusan tersebut haqul yakin benar. Pasti turun/dikirimkan dan dipelajari/didalami sedemikian rupa dan baru eksekusi sesuai bunyi amar putusannya," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Widyo Pramono pagi ini.
(asp/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed