DetikNews
Kamis 06 Agustus 2015, 22:57 WIB

Latihan Bersama, US Marine Kagum dengan Militansi Prajurit Baret Ungu RI

Elza Astari Retaduari - detikNews
Latihan Bersama, US Marine Kagum dengan Militansi Prajurit Baret Ungu RI Foto: Puspen TNI
Jakarta - Korps Marinir TNI AL menggelar latihan bersama dengan prajurit Amerika Serikat, US Marine. Dalam kesempatan tersebut, Menurut Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, US Marine kagum akan militansi prajurit Marinir Indonesia.

"Mereka bilang militansi prajurit Indonesia good, lebih bagus dibanding mereka," ungkap Buyung di Mako Marinir, Kwitang, Jakpus, Kamis (6/8/2015).

Kegiatan latihan bersama (Latma) itu merupakan program latihan cooperation afloat readiness and training (CARAT) 2015. Latihan-latihan bersama antar-negara itu sudah sering dilakukan termasuk CARAT ini.

Latihan kali ini digelar selama 2 minggu di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok dan Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur mulai Senin (3/8) lalu. Datang ke Indonesia, satu batalyon US Marine membawa peralatan dan kendaraan tempur canggih mereka.

"Kecanggihan itu bagaimana orangnya. Sebagaimanapun canggihnya alat, kalau orangnya tidak profesional akan kalah dalam pertempuran. Perlengkapan dan perlalatan kita harus disesuaikan dengan sifat-sifat amfibi itu," jelas Buyung.

Meski saat ini US Marine yang datang ke Indonesia, prajurit-prajurit Marinir juga sering menggelar latihan di AS ataupun negara-negara lainnya. Indonesia bahkan mengirim prajurit-prajurit terbaiknya untuk sekolah komando ke luar negeri.

"Kita juga banyak belajar dari yang lain, kegiatan Sesko, Lemhanas kirim sekolah ke sana. Kita diberi kesempatan oleh mereka. Kita latihan juga ke sana, bareng mereka termasuk belajar alat canggih," jelas Buyung.

Ia pun bercerita, sebulan lalu ia sempat berkunjung ke Markas Marinir Pasifik di Camp Kaneohe, Hawaii. Pada kesempatan itu lagi-lagi prajurit Indonesia mendapat pujian.

"Kita diperlihatkan bagaimana kecanggihan alat-alat mereka, pesawat Osprey yang bisa mendarat vertikal, tipe pesawat baling-baling. Kemudian ditunjukkan juga kemampuan mendarat di kapal induk heli dan kemampuaan-kemampuan awaknya dalam melaksanakan operasi-operasi AL seperti pendaratannya," jelas Buyung.

"Di sana mereka bilang kagum sama prajurit Marinir Indonesia, disampaikan sama mereka itu dan mereka bahasanya tuh sangat menyanjung kita," sambungnya dengan rasa bangga.

Meski banyak dipuji dan diakui kemampuannya, Buyung mengingatkan agar prajurit-prajurit Marinir tidak jumawa. Pasukan di bawah kepemimpinannya diminta Buyung untuk tetap rendah hati dan semakin meningkatkan profesionalitas dan kemampuan.

"Saya pikir kita jangan senang disanjung, kita harus tetap profesional, terus meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit, khususnya dari Korps Marinir TNI AL," pintanya.

Terkait CARAT 2015 ini, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi memastikan tak ada agenda lainnya selain latihan bersama. Ia membantah latihan ini ada kaitannya dengan masalah atau konflik Laut Cina Selatan.

"Tidak ada. Itu kan tahunan, sekarang CARAT yang ke-15. Itu adalah program tahunan yang sudah jadi program TNI AL, Marinir juga. Kalau sudah ke-15 berarti tidak ada hubungannya dengan situasi di Laut Cina Selatan. Tidak ada," tegas Ade saat dikonfirmasi di lokasi yang sama.
(ear/ahy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed