Kapolres Bekasi: Belum Ada Benang Merah Meninggalnya Evan dengan MOS

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Senin, 03 Agu 2015 19:29 WIB
Foto: Muhammad Taufiqqurahman
Jakarta - Pihak Polresta Bekasi masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya Evan Cristopher Situmorang (12). Dari penyidikan sementara, polisi menyatakan belum ada benang merah meninggalnya Evan dengan kegiatan Massa Orientasi Siswa (MOS) di SMP Flora.

"Belum ada benang merah antara dia meninggal dengan MOS. Tapi tergantung hasil penyelidikan kita hari ini, karena jeda waktunya lama, antara waktu dia mengikuti MOS dan meninggalnya," kata Kapolresta Bekasi Kombes Daniel Bolly Tifaona, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (3/8/2015).

Menurutnya, untuk menguak penyebab meninggalnya Evan pihak kepolisian memerlukan informasi tambahan dengan melakukan autopsi. Untuk itu pihak kepolisian harus membongkar makam Evan.

"Orang tua kita tanyai apakah mau di autopsi atau tidak? Tapi orang tua ragu-ragu. Kalau orang tua katakan matinya nggak wajar, nggak ada penyakit, ya kita bongkar kuburannya," ucapnya.

Langkah itu dilakukan guna memperjelas penyebab kematian Evan. Namun, pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan autopsi dan mengikhlaskan anaknya meninggal.

"Bapaknya bikin surat pernyataan mengikhlaskan meninggalnya anaknya dan nggak menuntut sekolah dan nggak mau di-autopsi," imbuhnya.

Meski orangtua Evan sudah membuat pernyataan tidak menuntut pihak manapun, sudah menjadi kewajiban polisi untuk melakukan penyidikan mengungkap meninggalnya Evan.

"Masih jalan semua, beberapa penyidikan sudah diperiksa termasuk rumah sakit, sekolah, siswa MOS lain, pimpinan MOS dan orangtua. Kita mau lihat secara utuh, saya tidak mau terbawa arus ini matinya karena MOS. Karena prosesnya jeda waktunya lama 18 hari dari kegiatan," pungkasnya.

(jor/jor)