Muda dan Menginspirasi

Cerita Haru Saat Dokter Terbang Lepas Landas Meninggalkan Warga Papua

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 13 Jul 2015 15:04 WIB
Foto: dok. pribadi dr Riny
Jakarta - Mungkin bagi kita yang tinggal di kota besar dan mudah mengakses fasilitas kesehatan sering kali lupa akan saudara-saudara di pelosok nusantara. Andai kata manusia dikaruniai sayap untuk terbang, tentu mudah berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Sebagai manusia, siapa yang tak haru bila tahu masih ada sesama yang kesulitan? Adalah dr Riny Sari Bachtiar dan kawan-kawan yang tergerak akan kondisi itu. Meski tak bersayap, mereka kemudian 'menjelma' menjadi dokter terbang yang siap melayani warga.

"Banyak faktor X yang membuat kita dari doctorSHARE untuk membuat dokter terbang. Pertamanya kami punya RS Apung, program yang booming adalah RS Apung. Jadi kita melayani kesehatan dengan kapal untuk masyarakat pesisir. Setelah keliling berbagai tempat daerah sasarannya kan pesisir ya. Tapi waktu sampai ke Papua ternyata yang di pesisir itu bukan masyarakat asli yang tinggal, tetapi pendatang," tutur Riny saat berbincang inspiratif dengan detikcom, Jumat (10/7/2015).

Singkat cerita akhirnya dr Riny dan kawan-kawan berhasil merengkuh Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang berada di 2.200 meter di atas permukaan laut. Sejak bulan Maret 2015, sudah tiga kali mereka melakukan pengobatan di sana.

"Kalau ditanya hal-hal yang berkesan, banyak ya. Aduh, enggak bisa diceritain dengan kata-kata saking banyaknya. Aduh, yang begitu-begitu jadi ... kalau diungkapin," ungkap dr Riny sambil menghela nafas panjang di tengah kalimatnya.

Mungkin memang ada banyak kesan yang membekas dalam benak Riny. Terlebih ketika pertama melihat senyum simpul tersungging manis ketika warga puas akan pelayanan kesehatan yang diberikan.

Meski awalnya sempat terkendala birokrasi, tetapi pada akhirnya program dokter terbang dapat berjalan dengan lancar. Riny malah merencanakan setidaknya 4 bulan sekali untuk datang ke Intan Jaya.

"Mereka menyambut dengan bermacam-macam cara. Mulai dari sambutan adat yang sangat berkesan sampai ketika akan melepas kami pun melakukan tarian adat. Mereka juga selalu bertanya 'kapan kakak kemari lagi?' Setiap kali kita mau pulang," kata Riny.

Setiap kali berpisah, pasti ada kesan yang membekas dan sulit terlupa. Itu salah satu faktor yang membuat dr Riny dan yang lainnya memilih untuk mengabdikan diri pada lembaga non-profit meski memiliki ilmu di bidang kedokteran yang mungkin bisa bergaji tinggi.

Berita menggugah dengan tema muda dan menginspirasi sengaja disajikan untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin kreatif dan inovatif dalam berbagai hal. Jika ada figur di sekeliling anda yang menginspirasi, anda bisa memberikan informasi kepada kami melalui email inspirasimu@detik.com. Ayo berkreasi untuk negeri, detik ini juga! (bag/tor)