Cerita Menteri Siti yang Sukses Menyelamatkan Kakatua Jambul Kuning

#detikcomEffect

Cerita Menteri Siti yang Sukses Menyelamatkan Kakatua Jambul Kuning

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 09 Jul 2015 15:53 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Awal Mei 2015 dunia gempar menyoroti kasus penyelundupan satwa langka berjenis kakatua jambul kuning. Satwa ini termasuk langka karena jumlahnya hanya beberapa ribu saja di seluruh dunia dan sulit berkembang biak.

Kasus ini terungkap setelah jurnalis internasional mendapatkan gambarnya di Surabaya dan tersebar di banyak media massa. 21 kakatua disekap dalam botol dan akibatnya 10 dari mereka harus mati mengenaskan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pun bergerak untuk melestarikan kakatua jenis itu.

"Dalam kerjasama Kementerian LHK bersama detikcom mengawal kasus jambul kuning, kami melihat bahwa  detikcom konsisten dan konstruktif serta berhasil mempengaruhi kerja birokrasi secara konstruktif progressif.  detikcom melakukan kontrol dan sekalgus mendorong kuat pola kerja birokrasi kementerian LHK untuk menjadi responsif baik dalam operasional maupun dalam regulasi," tutur Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar tepat di hari ulang tahun detikcom yang ke-17, Kamis (9/7/2015).

Bersama detikcom pula tercetuslah gerakan #SaveSiJambulKuning yang akhirnya berhasil menyelamatkan ratusan satwa langka itu. Mereka akan dilepasliarkan untuk melestarikan kelangsungan jenisnya.

"Ke depan program bersama akan terus dilakukan, pertama dalam melakukan kontrol langkah pelepasliaran sebanyak 159 ekor kakak tua jambul kuning ke habitatnya serta memonitor segala persiapan yang dilakukan. Kerjasama ke depan akan terus dilakukan juga pada bidang lain terutama  berkenaan dengan  perhutanan sosial, pengendalian lingkungan terhadap dinamisnya pembangunan," imbuh dia.

Dia berharap detikcom tetap menjadi media yang menyuarakan keinginan masyarakat sehingga kemudian dapat direspons oleh pemangku kebijakan. Dia juga mengapresiasi bagaimana detikcom yang memilih untuk 'mengajari' birokrasi ketimbang sekedar melontarkan kritik tanpa solusi.

"Selamat Ulang Tahun detik.com! Media trend-setter, perintis dan pelopor di segala matra," ujar Siti.

Anda punya pengalaman menarik setelah diberitakan oleh detikcom? Perubahan positif apa yang dirasakan? Silakan kirim cerita ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan kontak Anda. (bag/mad)