Profesor Jepang yang Mendapat Banjir Komentar Atas Dua Bukunya

#detikcomEffect

Profesor Jepang yang Mendapat Banjir Komentar Atas Dua Bukunya

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 09 Jul 2015 13:09 WIB
Foto: Rachmadin Ismail
Foto: Rachmadin Ismail
Jakarta - Profesor Hisanori Kato asal Jepang pernah menulis beberapa buku tentang kondisi sosiologis Indonesia. Saat buku itu diberitakan detikcom, dia merasakan efek luar biasa.

Kato, demikian sapaan akrabnya pernah mendapat ulasan khusus di detikcom lewat dua bukunya yakni 'Kangen Indonesia' dan 'Islam di Mata Orang Jepang'. Sejak itu, dia mendapat beragam komentar yang belum pernah didapat sebelumnya.

"Saya menyadari bahwa informasinya sudah mulai ditukar secara elektrik karena saya mulai menerima pesan mengenai buku saya dari teman-teman di Indonesia selama saya berada di Indonesia. Setelah beberapa hari kemudian, komentar mengenai buku saya semakin bertambah di Internet Book Review site, karena saya kira bahwa banyak orang mengetahui buku saya lewat artikel di detikcom," cerita Kato, Rabu (9/7/2015).

Kato menyadari, saat ini adalah era modern, di mana semua gerakan, termasuk waktu perjalanan dan pertukaran informasi berlangsung lebih cepat. Walau Kato mengakui tidak terlalu mahir berkomunikasi lewat peralatan IT, namun dia merasakan kekuatan itu. Terutama di Indonesia lewat detikcom.

"Selain mengabarkan informasi lebih cepat, media seperti detikcom mempunyai fungsi untuk mengabarkan kebenaran kepada masyarakat. Kita harus ingat bahwa ketidaktahuan menjadikan masyarakat awam. Kalau masyarakat bisa akses kepada kebenaran kejadian apa saja, maka mereka akan mendapatkan bahan untuk memutuskan pendapatnya. Oleh karena itu, detikcom sekarang sudah menjadi salah satu alat masyarakat untuk kebaikan dunia saat ini," jelasnya.

"Saya ucapkan selamat memperingati hari jadi yang ke-17 tahun," sambungnya.

Anda punya pengalaman menarik setelah diberitakan oleh detikcom? Perubahan positif apa yang dirasakan? Silakan kirim cerita ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan kontak Anda.

(mad/nrl)