Kelegaan Tukang Bubur Setelah Bayinya Dioperasi Lewat Bantuan Bupati

#detikcomEffect

Kelegaan Tukang Bubur Setelah Bayinya Dioperasi Lewat Bantuan Bupati

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 09 Jul 2015 11:17 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa
Jakarta - Harmoko, seorang tukang bubur di Purwakarta bisa bernafas lega. Anaknya, bayi berusia satu bulan yang mengidap kelainan pada perutnya, sudah dioperasi.

Bayi laki-laki yang sampai saat ini belum diberi nama itu lahir 11 Juni lalu. Sejak hari kelahirannya, sudah terdeteksi adanya kelainan pada perut si bayi yakni mengidap Meconium Plug Syndrome.

Dokter menyatakan bayi tersebut harus menjalani operasi. Ini yang membuat Harmoko kebingungan.

"Saya awalnya sangat kebingungan, gimana itu caranya bisa mendapatkan uang untuk operasi. Sampai puluhan juta," ujar Harmoko, Kamis (9/7/2015).

Untuk meminjam uang ke tetangga pun, Harmoko tidak enak hati. Hal itu disebabkan karena uang yang diperlukan cukup banyak.

"Dan tetangga-tetangga kan juga punya kebutuhan sendiri," ujar Harmoko.

Akhirnya Harmoko meminta bantuan kepada donatur, dengan cara menyebar informasi mengenai kondisi anaknya. Redaksi detikcom yang mendapatkan informasi tersebut mengkonfirmasi ke Harmoko dan memberitakannya.

"Tak lama setelah itu saya didatangi staf Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Staf ini bilang Pak bupati akan menanggung seluruh biaya operasi. Pak bupati tahu dari berita di detik," kata Harmoko.

Kemudian Harmoko meminta rekening yang tadinya dimuat dalam artikel berita, ditutup. Dan benar, bayi tersebut kini sudah diperbolehkan pulang karena sudah menjalani operasi tahap pertama.

Bayi itu sendiri sampai Rabu (8/7) kemarin belum juga diberi nama karena Harmoko masih diliputi rasa cemas akan kondisi anaknya.

"Diperbolehkan pulang karena urusan administrasi di rumah sakit sudah dijamin oleh Pak Bupati. Terima kasih pak bupati dan juga detik," kata Harmoko.

Anda punya pengalaman menarik setelah diberitakan oleh detikcom? Perubahan positif apa yang dirasakan? Silakan kirim cerita ke redaksi@detik.com. Jangan lupa sertakan kontak Anda. (bag/faj)