Investigasi Insiden Hercules, KSAU: Pemilik Antena Kabur

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 07 Jul 2015 20:32 WIB
Jakarta - TNI AU masih menyelidiki penyebab jatuhnya Pesawat Hercules A-1310 di Medan, Sumatera Utara. Menurut Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna, tim juga akan menyelidiki pemilik antena yang menjadi salah satu penyebab jatuhnya pesawat itu.

"Hasil investigasi sementara sudah ketahuan, engine nomor 4 mati kan. Kalau mati action pilot berarti ambil kecepatan. Nah dia kan sudah terbang rendah, ternyata di situ ada antena yang tingginya lebih dari 105 feet. Akhirnya dia lari ke kanan tabrak kubah, lalu nabrak ruko itu," ujar Agus usai acara buka bersama di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Selasa (7/7/2015).

Antena yang dimaksud adalah antena radio milik Joy FM yang menurut KSAU tingginya menyalahi aturan. Pihaknya pun kesulitan untuk melakukan pemeriksaan karena sang pemilik kabur.

"Belum ketemu, (pemiliknya) kabur," kata mantan Kasum TNI itu.

Antena Joy FM itu merupakan antena radio milik sekolah Bethany dan di bangun di atas ruko 3 lantai. Agus sempat menyebut bahwa seharusnya kawasan di dekat Lanud seharusnya steril dari material bangunan setinggi itu.

Ketinggian antena disebutnya menyalahi aturan Internasional Civil Aviation Organization. Jika tak menabrak antena, pesawat diprediksi Agus masih mungkin bisa diselamatkan.

KSAU juga membantah bahwa kecelakaan disebabkan karena adanya kelebihan muatan. TNI AU sendiri tak akan melibatkan tim ahli dari luar dalam menyelidiki jatuhnya pesawat.

"Oh nggak ada, mana ada penerbangan boleh over load. Ngarang itu. Nggak ada itu. Kita nggak butuh pihak luar (untuk invesigasi), kita semua sudah punya ahli-ahlinya. Dari situ aja nanti kita bisa analisa," tutup Agus.

Seperti diketahui, pesawat Hercules dengan pilot Kapten Pnb Sandy Permana jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (30/6) lalu. Dalam insiden itu, seluruh penumpang dan kru pesawat tewas. (elz/fdn)