detikNews
Senin 08 Juni 2015, 06:36 WIB

Kapolri Jelaskan Soal Tanda Tangan Wakapolri di Telegram Mutasi Jenderal

Andri Haryanto - detikNews
Kapolri Jelaskan Soal Tanda Tangan Wakapolri di Telegram Mutasi Jenderal
Jakarta -

Ada yang tidak biasa dari dua surat telegram perihal mutasi beberapa perwira tinggi atau jenderal dan perwira menengah di tubuh Polri. Yaitu soal pembubuhan tanda tangan Wakapolri di akhir lembaran masing-masing surat.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti angkat bicara soal itu. Menurutnya, tidak ada hal yang tidak wajar terkait tanda tangan Wakapolri dalam mutasi tersebut.

Adalah surat telegram ST/1242/VI/2015 dan ST/1243/VI/2015 yang tercantum tanda tangan Komjen Budi Gunawan. Menurut orang nomor satu di kepolisian, surat telegram adalah bersifat pemberitahuan. Namun sepenuhnya soal mutasi harus ditandatangani Kapolri.

"Mutasi itu harus tanda tangan Kapolri, tidak bisa orang lain. Kalau Kapolri tidak ada, tidak bisa itu," kata Jenderal Badrodin saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/6/2015).

Persetujuan mutasi tertuang dalam Surat Keputusan atau SKep Kapolri. Dari SKep inilah kemudian menjadi legalitas dikeluarkannya Telegram Rahasia atau Surat Telegram. Memang, selama ini setiap dikeluarkannya TR selalu ditandatangani oleh Asisten SDM Polri.

"Pemberitahuan itu namanya TR seharusnya ditandatangani Asisten SDM, tapi As SDM-nya sudah pensiun. Jadi Bulan Mei sudah habis masa dinas As SDM, tinggal bulan Juni enggak boleh tanda tangan lagi," kata Badrodin.

"Sehingga, harus diambil alih oleh Wakapolri. Itu hal biasa, enggak ada masalah. Masa orang pensiun mau tandatangan. Pak Haka sudah tidak punya kewenangan lagi per 30 Mei," Badrodin menambahkan.

Badrodin menjelaskan, SKep adalah induk dari dikeluarkannya pengumuman mutasi atau surat telegram. Dia mengumpamakan Keppres dan petikannya. Di dalam SKep itu pula tercantum tandatangan para jenderal yang ikut dalam Dewan Kebijakan dan Kepangkatan (Wanjakti).

"Jadi SKkep itu yang harus ditandatangi Kapolri enggak boleh dilimpahkan ke siapa saja," beber Badrodin.

Badrodin berharap tidak ada prasangka negatif terhadap tandem kerjanya, Komjen Budi Gunawan dalam kaitan penandatanganan surat telegram mutasi jenderal dan perwira menengah tersebut.

"Jangan selalu berprasangka negatif pada Pak BG. Itu hal yang biasa menandatangani telegram. Masa nanti ditandatangani bintang satu, kan jadi ngga wajar," katanya.




(ahy/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com