Semangat PRT ini Patut Dicontoh, Kuliah di Sela Kerja dan Lulus <I>Cum Laude</I>!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 21 Mei 2015 16:33 WIB
Darwati mengikuti prosesi wisuda hari ini (Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Semarang -

Lulus kuliah tepat waktu bahkan dengan predikat cum laude memang butuh perjuangan. Nah, itulah yang dilakukan Darwati (23), pembantu rumah tangga (PRT) asal Desa Gunungan RT 2 RW 1, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di sela pekerjaan berat, ia sukses meraih gelar sarjana dengan predikat cum laude.

Sehari-hari, Darwati menjadi PRT di rumah seorang dokter di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ia memanfaatkan waktu dan gaji agar bisa meraih gelar sarjana di jurusan Administrasi Niaga Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.

Hari ini, Kamis (21/5/2015), Darwati diwisuda. Ia lulus dengan IPK 3,68. Prestasi yang luar biasa bagi pasangan suami istri Sumijan dan Jasmi yang bekerja sebagai petani di desanya.

"Memang sudah sejak lulus SMA ingin kuliah, tapi terhalang biaya, terus saya cari-cari kerja dulu," kata Darwati saat berbincang dengan detikcom di sela acara wisudanya di aula Masjid Agung Jawa Tengah.

Ia pun mulai menceritakan kisah keinginannya berkuliah hingga akhirnya lulus dengan predikat cum laude. Darwati awalnya impiannya kuliah hanya angan-angan, sehingga selepas lulus dari SMA Muhammadiyah 5 Todanan ia ke Jakarta untuk bekerja.

"Di Jakarta cuma satu minggu karena enggak betah, akhirnya balik lagi," ujar Darwati.

Kembali ke kampung halaman, Darwati berjualan es campur kira-kira selama tiga minggu. Namun selama itu ia belum menerima upah karena pindah bekerja sebagai PRT di rumah drg Lely Atasti Bachrudin.

"Kerja jual es campur itu tiga minggu belum digaji karena pemiliknya ingin aku tetap kerja di sana. Orangnya baik, tapi saya pindah kerja ke dokter Lely," katanya.

Darwati ingat betul ia mulai menjadi PRT sejak tanggal 16 Agustus 2010 silam. Kini Darwati sudah membanggakan kedua orang tuanya dengan lulus dan termasuk mahasiswa bernilai terbaik di kampusnya. Ayah Darwati, Sumijan tidak menyangka putri keduanya bisa meraih gelar sarjana.

"Tidak menyangka, saya kan hanya petani," ujar Sumijan.

"Selain orang tua, saya dimotivasi majikan. Katanya jangan dengerin kata orang-orang (yang mengejek), yang penting maju, sukses itu dari diri sendiri," timpal Darwati yang mengaku izin ke majikan agar bisa mengikuti wisuda.



(Angling Adhitya Purbaya/Triono Wahyu Sudibyo)