Blusukan ke Ngawi, Menristek-Dikti Sosialisasikan Manfaat Nuklir

- detikNews
Kamis, 14 Mei 2015 16:20 WIB
Jakarta -

Hingga saat ini Indonesia tak kunjung bisa mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Alasan utamanya karena ada penolakan dari masyarakat yang tempat tinggalnya akan didirikan PLTN. Menristek-Dikti M Nasir pun memberi sosialisasi soal manfaat nuklir ke masyarakat Ngawi, Jawa Timur.

Namun sosialisasi ini tak berarti PLTN akan dibangun di Ngawi. Nasir menjabarkan soal manfaat nuklir di sela blusukan ke pesantren Arba'i Qohhar Paron, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (14/5/2015) hari ini.

"Nuklir tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik saja, tetapi juga bisa mendukung penelitian dalam bidang pangan," kata Nasir dalam siaran pers dari Kemenristek-Dikti.

Nasir meminta masyarakat tak takut dengan teknologi nuklir. Dia berharap suatu saat Indonesia benar-benar bisa memanfaatkan teknologi nuklir.

"Di Tanah Air sendiri, sejak tahun 1954, sudah dicetuskan mengenai pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir. Jadi tidak ada alasan kenapa kita harus takut jika nuklir itu hadir di Indonesia," ujar ipar Ketum PKB Muhaimin Iskandar ini.

Mantan Rektor Undip ini menjelaskan panjang lebar soal manfaat nuklir di bidang pertanian. Salah satunya soal penemuan bibit padi unggulan.

"Padi unggul hasil penelitian batan ini bila diproduksi dengan lahan 1 hektare bisa menghasilkan rata-rata 9-10 ton. Dan itu sudah kita buktikan ketika panen raya beberapa waktu yang lalu di Solo," katanya.

Nasir menyampaikan, pemerintah melalui kementriannya tengah berupaya untuk terus mengembangkan riset ini, agar ke depan Indonesia tidak perlu mengalami krisis pangan.

"Ini sangat penting kita lakukan. masalah kedaulatan pangan atau swasembada pangan di 2017, menjadi target kita dan harus terealisasi," ujarnya.

(trq/fjp)