Menyelamatkan Si Jambul Kuning

Kakatua Jambul Kuning Diselundupkan di Botol Mineral, JK: Harus Dilindungi

Mulya Nurbilkis - detikNews
Rabu, 06 Mei 2015 18:42 WIB
foto: Suryanto/Anadolu Agency/Getty Images
Jakarta - Burung kakatua berjambul kuning yang sudah hampir punah berhasil diselamatkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Jawa Timur yang coba diselundupkan lewat kapal KM Tidar tujuan Papua-Ambon-Makasar-Surabaya-Jakarta. Penyelundupan ini menarik perhatian dunia karena kakatua jenis tersebut sudah terancam punah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pun bersuara soal masalah tersebut. Dia meminta pengetatan pengawasan di pelabuhan.

"Pasti pengawasan harus diperketat. Otomatis. Di situ ada Bea Cukai dan karantina. Kalau dibikin begitu. Ini kan lewat karantina," kata JK di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (6/5/2015).

Ia mengatakan akan ada sanksi tegas berupa hukuman penjara untuk pelaku penyelundupan tersebut. Ia menegaskan bahwa hewan yang nyaris punah harus dilindungi bukannya justru jadi komoditas perdagangan.

"Tentu tidak boleh (diselundupkan), yang kayak gitu harus dilindungi," sambungnya.

Kakatua berjambul kuning ini dimasukkan dalam botol air mineral dalam keadaan hidup. Media-media asing menyoroti kasus penyelundupan ini. Telegraph dan Daily Mail menyebut, apa yang dilakukan oleh para penyelundup itu sangat menyedihkan.

Kakatua berjambul kuning sudah ditetapkan dunia sebagai hewan terancam punah sejak tahun 2007. Diperkirakan, hanya ada 7.000 burung kakatua jambul kuning yang tersisa di dunia.




(bil/mad)