Menko Maritim Minta BMKG Pantau Cuaca Jaga Ketahanan Pangan Maritim

Menko Maritim Minta BMKG Pantau Cuaca Jaga Ketahanan Pangan Maritim

- detikNews
Selasa, 05 Mei 2015 14:54 WIB
Ilustrasi (Foto: BMKG)
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak hanya memantau cuaca, gempa, tsunami saja. Menteri Indroyono meminta BMKG juga terlibat menjaga ketahanan pangan. Caranya?

"Kapan mulai tanam, kapan meteorologi dibuat. Kalau data sahih, cukup, great, kapan mulai tanam," jelas Menteri Indroyono.

Hal itu disampaikan Indroyono usai membuka Rakornas BMKG 2015 dengan tema "Percepatan pembangunan BMKG untuk mendukung program Nawa Cita dalam rangka menuju organisasi kelas dunia" di Auditorium BMKG, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak cuma terlibat menentukan waktu tanam di daratan, Menteri Indroyono berharap informasi cuaca BMKG juga bermanfaat bagi nelayan.

"Pangan ikan, muka laut ada klorofil dan tinggi gelombang digabung bisa bantu nelayan menangkap (ikan), bukan kemana mencari ikan. Saya meminta BMKG perlu mendukung pangan maritim," imbuhnya.

Sejauh ini, Menteri Indroyono menilai BMKG sudah memberikan perkembangan yang membanggakan. Selalu melayani warga dengan informasi cuaca sehari-hari, gempa, peringatan dini tsunami dan perubahan iklim.

"Sekarang harus ditingkatkan bisa menjadi analisis. Saya senang lulusan BMKG S2, S3 yang bagus juga jaringan internasional dibangun, data cuaca global dan data iklim juga. Data gempa global. Sudah kuat kerja samanya dengan Prancis dan Amerika. Saya kira hal bagus. Mudahan-mudahan saat kunjungan ke Amerika Serikat bisa melihat kerja sama dengan NOAA bidang kelautan perubahan iklim dan bidang cuaca," jelas dia.

Soal anggaran, BMKG jauh meningkat dibanding 50 tahun lalu. Meski, anggaran yang direalisasikan masih di bawah pagu anggaran BMKG yang sekitar Rp 3 triliun.

"10 tahun lalu dana hanya Rp 50 miliar sekarang sudah Rp 1,8 triliun. Ya nanti kita evaluasi lagi kalau memang perlu ditambahan pagu anggarannya," jelas Indroyono.

(nwk/try)