ADVERTISEMENT

Dosa Zainal, Satu-satunya Calon Tereksekusi Mati dari Indonesia Tahap II

- detikNews
Jumat, 24 Apr 2015 09:00 WIB
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Waktu pelaksaan eksekusi mati 10 gembong narkoba tinggal menghitung hari. Terbaru, Mary Jane dipindahkan dari Yogyakarta ke Pulau Nusakambangan dini hari ini. Dari 10 nama itu, Zainal Abidin menjadi satu-satunya terpidana mati berkewarganegaraan Indonesia. Siapa Zainal?

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Jumat (24/4/2015), Zainal satu-satunya pula orang dari daftar itu yang dihukum mati karena kasus ganja. Sembilan lainnya karena kasus narkoba bukan tanaman yaitu ekstasi, heroin dan sabu. Zainal ditangkap di rumah keluarga besarnya di Jalan KY Gede Ing Suro, Kelurahan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 21 Desember 2001.

Saat ditangkap polisi menjelang subuh, ditemukan tiga karung ganja berisi 58 kg ganja. Ikut ditangkap pula istri Zainal yaitu Kasyah dan teman Zainal yang dari Aceh, Aldo. Mereka lalu dihadirkan ke meja hijau dan majelis Pengadilan Negeri (PN) Palembang menjatuhkan hukuman:

1. Zainal dihukum 18 tahun penjara
2. Kasyah dihukum 3 tahun penjara
3. Aldo dihukum 20 tahun penjara

Di tingkat banding, hukuman Zainal diubah menjadi hukuman mati! Hukuman mati ini lalu dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA) pada 2002. Sangat keberatan dengan hukuman mati ini, Zainal lalu mengajukan peninjauan kembali (PK) pada 2 Mei 2005. Namun permohonan PK-nya terselip entah ke mana. Hingga pada Desember 2014, Presiden Joko Widodo menolak seluruh grasi gembong narkoba, termasuk Zainal dengan Keppres yang keluar pada 2 Januari 2015.

Lantas bagaimana kasus PK Zainal? Selidik punya selidik, PK Zainal nyangkut di PN Palembang dan buru-buru dikirim ke MA. PK ini kini mengantongi Nomor 65 PK/Pid.Sus/2015 dan akan diputus dalam beberapa hari ini.

Selain Zainal, berikut daftar 9 nama calon tereksekusi mati yang akan dihukum dalam hari-hari ini:

1. WN Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, kasus penyelundupan 2,6 kg heroin
2. WN Australia, Myuran Sukumaran, kasus penyelundupan 8,2 heroin
3. WN Prancis, Serge Areski Atlaoui, kasus pabrik sabu dan ekstasi
4. WN Ghana, Martin Anderson, kasus perdagangan 50 gram heroin
5. WN Spanyol, Raheem Agbaje Salami, kasus penyelundupan 5,8 kg heroin
6. WN Brasil, Rodrigo Gularte, kasus penyelundupan 6 kg heroin
7. WN Australia, Andrew Chan, kasus penyelundupan 8,2 heroin
8. WN Nigeria, Sylvester Obiekwe Nwolise, kasus penyelundupan 1,2 kg heroin
9. WN Nigeria, Okwudili Oyatanze, kasus perdagangan 1,5 kg heroin

(asp/rvk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT