detikNews
Rabu 22 April 2015, 07:30 WIB

'Kenang-kenangan' Jenderal Badrodin di Semarang Masih Eksis Selama 11 Tahun

- detikNews
Kenang-kenangan Jenderal Badrodin di Semarang Masih Eksis Selama 11 Tahun
Semarang - Sebelum menjabat sebagai Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti sempat menjadi Kapolwiltabes Semarang dalam perjalanan karirnya tahun 2004 lalu. Meski tidak lama di Semarang, ternyata Badrodin meninggalkan 'kenang-kenangan' yang saat ini masih eksis bahkan bermanfaat.

Kenang-kenangan itu berupa organisasi Bantuan Komunikasi (Bankom) Polrestabes Semarang yang didirikan oleh Badrodin pada 9 Maret 2004 saat masih berpangkat Komisaris Besar Polisi. Organisasi itu beranggotakan warga sipil yang punya hobi komunikasi lewat frekuensi handy talky (HT).

Ketua Bankom Polrestabes Semarang, Giri Purdyanto (41) menceritakan awal dicetusakannya organisasi itu karena lambatnya komunikasi kala itu yang harus menggunakan telepon atau SMS. Dengan adanya orang-orang yang hobi berbagi informasi melalui HT, maka diharapkan bisa membantu penyebaran informasi dengan cepat.

"Cerita dari para pendiri, dulu komunikasi harus satu-satu dihubungi lewat telepon atau SMS seperti antara wartawan dan anggota SAR atau masyarakat. Kemudian karena wartawan dekat dengan kepolisian ternyata pak Badrodin memberikan apresiasi," kata Giri saat mengadakan perkumpulan Bankom untuk merayakan dilantiknya Badrodin menjadi Kapolri di Aula Majesty, Jalan Gajah Mada, Semarang, Selasa (21/4/2015) malam.

Badrodin kala itu memberikan apresiasi dengan memfasilitasi frekuensi dan akhirnya terbentuklah Bankom. Tugas Bankom yaitu memberikan informasi di wilayah masing-masing yang sudah ditentukan melalui HT pada frekuensi tertentu yang sudah berikan Badrodin.

"Kita memantau lingkungan. Paling pasti itu kondisi lalu lintas, kemudian bencana alam, bahkan jika ada temuan mayat selain memberikan informasi kami juga mengamankan TKP agar tidak rusak sebelum polisi datang," terang Giri.

Selain berkomunikasi dengan sesama anggota dan kepolisian, Bankom juga bekerjasama dengan instansi lainnya misalnya Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan SAR jika ada bencana alam.

"Tujuannya memberikan informasi. Misal ke SAR, BPBD, dan instansi lainnya seperti Pemadam Kebakaran. Kepolisian juga memantau frekuensi kita" terangnya.

Saat ini anggota Bankom sudah mencapai 90 orang dan semakin bertambah. Untuk merekrut anggota, Bankom memiliki syarat yaitu hobi komunikasi lewat frekuensi, punya HT, dan yang paling ditegaskan adalah memiliki jiwa sosial.

"Kami selektif, kami tidak ingin ada yang nampang jadi anggota saja. Semua harus memberikan informasi, harus punya jiwa sosial," tandas Giri.

Anggota Bankom terdiri dari berbagai profesi seperti dosen, pengusaha, wartawan, dan BPBD maupun SAR. Puluhan anggota tersebut dibagi pada lima wilayah koordinasi yaitu Semarang Utara, Timur, Selatan, Barat, dan wilayah Ungaran Kabupaten Semarang.

"Anggota kami dari berbagai profesi tapi di luar anggota TNI maupun Polri," tegasnya.

Menurut Giri, organisasi yang berada di bawah bimbingan Sat Binmas Polrestabes Semarang tersebut semakin berkembang dan bermanfaat. Ia yakin Badrodin tidak akan lupa dengan 'kenang-kenangan' yang sudah diberikan.

"Kami yakin beliau (Badrodin) masih ingat dengan Bankom. Kami support dan mendukung pak Badrodin menjalankan tugas baru," kata Giri sebelum memberikan kue tart kepada Kasat Binmas Polrestabes Semarang AKBP I Nengah Wirta Darmaya sebagai simbol syukuran atas dilantiknya Badrodin sebagai Kapolri.

  • Kenang-kenangan Jenderal Badrodin di Semarang Masih Eksis Selama 11 Tahun
  • Kenang-kenangan Jenderal Badrodin di Semarang Masih Eksis Selama 11 Tahun

(alg/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com