detikNews
Selasa 21 April 2015, 13:01 WIB

Kadiv Humas: Soal Wakapolri Itu Urusan Rumah Tangga, Jangan Direcoki!

Andri Haryanto - detikNews
Kadiv Humas: Soal Wakapolri Itu Urusan Rumah Tangga, Jangan Direcoki!
Jakarta - Markas Besar Polri melalui Kepala Divisi Humasnya, Inspektur Anton Charliyan, meminta semua pihak menghormati siapapun yang kelak terpilih menjadi Wakil Kapolri. Jenderal bintang dua ini tidak mau urusan internal kepolisan direcoki pihak luar.

Menurut Anton selama ini budaya pemilihan orang nomor dua di kepolisian adalah bagian dari internal kepolisian. Setiap perwira tinggi yang ditunjuk Kapolri dan Wakapolri akan berembug di dalam Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) guna mencari satu nama yang dinilai layak mendampingi Kapolri.

"Karena ini karir di kepolisian jadi tidak perlu masukan-masukan dari luar. Ini urusan rumah tangga, jadi sesuai prosedur saja," kata Anton di Gedung Divisi Humas Polri, Jl Senjaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2015).

Pihak luar bisa beri masukan?

"Dari luar boleh beri masukan, tapi jangan terlalu ikut campur, kalau ikut campur jadinya terkesan jabatan Polri dipolitisir," jawab Anton.

"Jadi, urus saja rumah tangga sendiri-sendiri. Gimana kalau rumah tangga anda direcokin terus, kan pasti ada ada apa-apa," imbuhnya.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, hingga hari ini belum ada konfirmasi dari pihak Wanjakti mengenai hasil rapat pencalonan Wakapolri.

"Sampai hari ini belum ada nama yang masuk ke kami walaupun di luar santer gonjang-ganjing sudah ada nama (terpilih)," kata Anton.

Namun demikian, bila nanti dari hasil Wanjakti sudah ditetapkan nama calon Wakapolri, Anton meminta semua pihak menghormati calon yang sudah digodog di internal kepolisian. "Siapapun yang jadi Wakapolri mohon dihormati setiap pihak, karena ini urusan rumah tangga Polri," ujar Anton.


(ahy/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com