DetikNews
Kamis 16 April 2015, 05:05 WIB

Keluarga Korban QZ8501 Berharap di Surabaya Juga Dibuatkan Monumen

- detikNews
Keluarga Korban QZ8501 Berharap di Surabaya Juga Dibuatkan Monumen Kabasarnas dan Bupati Kobar saat peletakkan batu Monumen Keselamatan Penerbangan
Pangkalan Bun, - Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, membangun Monumen Keselamatan untuk mengenang insiden jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Keluarga korban yang mayoritas berada di Surabaya berharap agar di Kota Pahlawan tersebut juga dibangunkan monumen.

"Kami (keluarga korban) tidak masalah monumen dibangun di Pangkalan Bun karena kota ini ada lintasan penerbangan internasional. Tapi kami berharap agar di Surabaya juga dibangun di monumen. Korban kan banyak yang berasal dari sana," ungkap salah satu keluarga korban, Daryanto, di acara syukuran selesainya SAR QZ8501 di Kantor Bupati Kobar, Pangkalan Bun, Rabu (15/4/2015).

Menurut Daryanto, ia bersama komunitas keluarga korban lainnya terus menjalin komunikasi dengan Pemkot Surabaya terkait wacana tersebut. Daryanto sendiri kehilangan sang adik, Indriani, yang hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Monumen sendiri dibangun di Kotawaringin Barat salah satunya adalah agar keluarga korban bisa tabur bunga di lokasi tersebut. Namun menurut Daryanto, karena keluarga korban mayoritas berada di Surabaya, tabur bunga akan sulit dilakukan karena jarak yang cukup jauh.

Sementara itu Kabasarnas Marsdya FHB Soelistyo sebenarnya mendukung wacana itu. Namun menurutnya alangkah lebih baik jika monumen difokuskan pada satu tempat. Pemilihan pembangunan monumen di Kobar dianggap Soelistyo sudah tepat pasalnya lokasi jatuhnya pesawat lebih dekat di Kobar dibandingkan di Surabaya.

"Tidak bisa diperbandingkan lokasinya di Surabaya atau Kalteng. Kalau semua minta dibangunkan, nanti tujuan pembangunan monumen jadi simpang siur. Satu tapi pasti dan memberikan dampak positif bagi keluarga dan keselamatan transportasi," jelas Soelistyo dalam kesempatan yang sama.

"Tapi jika memang monumen untuk Surabaya dibangun, saya akan dukung selama itu efektif dan efisien," sambung Marsekal Bintang 3 itu.

Pembangunan monumen keselamatan penerbangan di Pantai Umbang, Kumai, Kobar, punya arti tersendiri bagi nelayan-nelayan yang menjadi saksi kunci jatuhnya pesawat jenis Airbus tersebut. Salah satunya adalah Rachmat yang mendengar suara meledaknya pesawat QZ8501 saat sedang melaut.

"Saya senang monumen dibangun di sini. Kan katanya untuk tempat tabur bunga juga. Saya ingin sekali ketemu keluarga korban, selama ini belum pernah (ketemu)," ucap Rachmat usai acara peletakkan batu pertama Monumen Keselamatan Penerbangan di Pantai Umbang, Kumai, di hari yang sama.

  • Keluarga Korban QZ8501 Berharap di Surabaya Juga Dibuatkan Monumen
    Kabasarnas dan Bupati Kobar saat peletakkan batu Monumen Keselamatan Penerbangan
  • Keluarga Korban QZ8501 Berharap di Surabaya Juga Dibuatkan Monumen
    Kabasarnas dan Bupati Kobar saat peletakkan batu Monumen Keselamatan Penerbangan

(ear/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed