Mensos: Korban Penyalahgunaan Narkoba Harus Direhabilitasi Bukan Ditangkap

- detikNews
Selasa, 14 Apr 2015 03:12 WIB
Menteri Sosial
Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi markas Slank di Gang Potlot, Jakarta Selatan. Kedatangan Khofifah terkait dengan rencana digelarnya konser Drug Free Asia-Afrika, hari Minggu (19/4) mendatang.

Khofifah mengatakan, para pengguna narkoba merupakan korban yang sebaiknya tidak ditangkap. Mereka harus direhabilitasi baik secara medis maupun sosial.

"Korban penyalahgunaan narkoba tidak bisa ditangkap, sebab mereka harus direhabilitasi baik medik maupun sosial. Untuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) agar memperketat sistem keamanan dan memotong mata rantai narkoba di dalam lapas," kata Khofifah di Markas Slank, seperti keterangan dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (14/4/2015).

Konser tentang narkoba tersebut berkaitan dengan pelaksanaan KAA yang akan digelar di Jakarta dan Bandung 19-24 April 2015 mendatang. Musik dianggap bisa membawa energi positif untuk mencegah peredaran narkoba.

"Keikutsertaan seniman dan budayawan dalam memerangi narkoba melalui karya mereka seperti pelaksanaan konser akan berdampak pada langkah preventif, berpengaruh pada pola rehabilitatif pengguna serta sebagai pesan kepada negara-negara di kawasan Asia-Afrika, terutama Indonesia agar bisa bebas dari narkoba, ” jelas Khofifah.

Saat ini pemerintah tengah menargetkan 100 ribu pengguna untuk bisa direhabilitasi. Hal tersebut dilakukan karena peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan.

"Tidak kurang 4,5 juta korban penyalahgunaan narkoba, terdiri dari rentang usia dan berbagai profesi dari anak sekolah hingga pekerja usia produktif," tutur Khofifah.

"Para korban penyalahgunaan narkoba akan direhablitasi sosial di bawah pengawasan Kementerian Sosial. Sedangkan, rehabilitasi medis di bawah kontrol Kementerian Kesehatan, ” tutupnya.

(rna/jor)