Usai Ditembak, Rahmat Juragan Beras Tak Langsung Ambruk dari Motornya

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 22 Mar 2015 18:36 WIB
Jakarta -

Mamat Surahmat (55) yang tewas setelah dibegal tak langsung ambruk dari motornya. Ia masih sempat berada di atas motornya sebelum ambruk usai melawan komplotan begal yang berhasil membawa uang Rahmat sebesar lebih dari Rp 500 juta.

Seorang saksi mata, Mario (23) bercerita bahwa kejadian cukup cepat. Saat itu, Sabtu (23/3) petang, tiba-tiba ia mendengar suara letusan senjata. Mario berdiri di seberang lokasi kejadian, Jalan Raya Bogor KM 25, Ciracas, Jaktim, tepatnya di depan Naga Swalayan. Ia pun melihat Rahmat masih berada di atas motornya, di dekat trotoar pembatas jalan.

"Terus pelakunya kabur naik motor. Pada boncengan. Pakai helm semua. Kalau pistolnya nggak kelihatan. Yang belakang pegang pisau, bapak-bapak itu di atas motor. Kurang lebih 5 menit di atas motor terus rubuh," ujar Mario saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (23/3/2015).

Mario yang pertama sampai di dekat Rahmat, ia langsung mengangkat motor RX King milik juragan beras tersebut. Kemudian orang-orang berdatangan membantu mengangkat tubuh Rahmat dan membawanya ke pinggir jalan.

"Waktu itu masih hidup, pakai helm full face. Masih minta tolong. Jatuhnya di trotoar (pembatas jalan), motornya memalang. Akhirnya dipindahin ke pinggir. Darahnya ada di lengan kiri, sama di kaki ngalir. Posisi terlentang. Bapak itu pakai baju kayak kemeja bermotif terang, celana panjang kayaknya jeans," kata pedagang makanan ringan itu.

Sayangnya Mario tak melihat tas berisi uang yang dibawa kabur pembegal. Hal senada diungkapkan oleh, D, seorang saksi mata lainnya yang merupakan petugas secure parkir Naga Swalayan.

"Kejadian cepet banget, saya ngelihat ada 4 pembegal mepetin pengendara RX King. Saya di dalam pos, lagi ngetik karcis parkir. Abis itu udah ramai deh orang-orang dari Naga Swalayan pada keluar," tutur D yang tak mau namanya dipublikasi pada kesempatan yang sama.

D juga sempat melihat pelaku yang kabur, namun karena sangat cepat, ia tak dapat mendeskripsikan ciri-ciri pelaku. "Cepat banget, nggak lihat juga pas ngambil tasnya," pungkasnya.

(ear/rvk)