Polda Metro Gagalkan Penyebaran USD dan Euro Palsu Senilai Rp 17,4 M

- detikNews
Selasa, 03 Feb 2015 12:18 WIB
Jakarta - Upaya penyebaran uang palsu digagalkan aparat Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dari 3 tersangka yang ditangkap, polisi menyita sejumlah uang Dollar Amerika dan Euro palsu yang bernilai total Rp 17,4 miliar.

"Ada 3 WNA yang kami tangkap. Mereka ini diduga akan mengedarkan uang palsu mata uang USD dan EURO," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Dari ketiga tersangka ini, dua orang di antaranya berkewarganegaraan Kamerun dan satu lainnya berkewarganegaraan Guinea. Mereka ditangkap di kawasan Jl Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat pada pekan lalu.

"Barang bukti yang kita amankan yakni mata uang USD palsu senilai Rp 5,6 miliar dan mata uang EURO senilai Rp 10,8 miliar," katanya.

Mujiono menjelaskan, kasus terungkap setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi adanya peredaran uang palsu dalam mata uang asing. Informasi tersebut diselidiki, hingga akhirnya polisi melakukan undercover buy.

"Saat transaksi, tersangka ternyata benar membawa satu koper uang palsu mata uang USD," ungkapnya.

Penangkapan tersangka kemudian dikembangkan, dan di rumah tersangka di kawasan Kemayoran, Jakpus, polisi menyita mata uang Euro dan black Euro.

Mujiono mengatakan, selain hendak mengedarkan uang palsu di Indonesia, para tersangka juga rencananya akan mengirimkan uang palsu tersebut ke Syria. Uang palsu itu sendiri menurut keterangan para tersangka kepada polisi, dibawa dari Singapura.

"Kalau di Indonesia mereka rencananya mau transaksi besar-besaran di daerah Kalimantan dan Sulawesi," imbuhnya.

Adapun, uang palsu tersebut dijual dengan perbandingan 1:6. "Misalnya kalau dolar di kurskan ke rupiah sebesar Rp 6 miliar, maka yang harus mereka bayar itu Rp 36 miliar," tuturnya.

Mujiono menambahkan, pihaknya saat ini masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi juga masih mendalami siapa pemesan dan jaringannya di Indonesia.

"Sejauh ini belum ada indikasi uang ini untuk pendanaan terorisme," cetusnya.

Polda Metro Jaya sendiri telah bekerjasama dengan kedubes AS dan FBI untuk mendalami kasus tersebut. "Ini sedang dikembangkan oleh FBI apakah uang palsu ini juga diedarkan di Amerika," ungkapnya lagi.


(mei/bar)