Ini Kronologis Ricuhnya Demo Mahasiswa di Jalan Diponegoro

- detikNews
Rabu, 03 Des 2014 22:37 WIB
Demo Aliansi Mahasiswa (Foto: Yudhistira/detikcom)
Jakarta - Demonstrasi sekitar 30 puluh mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat berujung ricuh. Aksi mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Indonesia tersebut melakukan pelemparan bom molotov dan petasan.

Mahasiswa mulai menggelar unjuk rasa sekitar pukul 17.00 WIB di depan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Puluhan petugas polisi dari Polsek Menteng dan Polres Jakarta Pusat dikerahkan untuk mengamankan aksi demo tersebut.

Polisi sempat memberikan imbauan terhadap korlap demo yakni Wempi dan Aziz bahwa aksi unjuk rasa segera dihentikan lantaran batas waktu unjuk rasa telah habis. Namun, imbauan polisi tersebut tidak dihiraukan oleh para mahasiswa. Mereka menolak untuk membubarkan diri.

Setelah itu massa menutup jalan dan mengakibatkan kemacetan parah. Hingga peringatan ke tiga dari polisi, massa demonstran tetap menolak membubarkan diri. Alhasil, polisi membubarkan paksa massa unjuk rasa dengan mengerahkan water cannon.

Berikut kronologis terjadinya kericuhan dalam unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Indonesia di depan YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2014):

Pukul 17.50 WIB
Kasat Intel, Kabag Ops dan Kapolsek Menteng telah melakukan imbauan terhadap Korlap Wempi dan Azis bahwa giat unjuk rasa agar dihentikan mengingat sudah habis batas waktu unjuk rasa sesuai Undang-Undang.

Pukul 18.00 WIB
Kasat Intel, Kabag Ops dan Kapolsek Menteng kembali melakukan imbauan terhadap Korlap Wempi dan Azis bahwa giat unjuk rasa agar dihentikan mengingat sudah habis batas waktu unjuk rasa sesuai Undang Undang.

Pukul 19.10 WIB
Wakapolres Metro Jakpus memberikam somasi pertama agar massa aksi segera membubarkan diri menimbang sudah melewati batas waktu, namun massa tidak mau bubar dan bahkan massa menutup jalan sehingga memacetkan arus lalin secara total di Jalan Diponegoro.

Pukul 19. 20 WIB
Wakapolres menyampaikan somasi kedua, massa masih tidak mengindahkan peringatan dan somasi yang disampaikan justru massa menyiapkan batu dan kayu di belakang untuk melakukan perlawanan.

Pukul 19.35 WIB
Disampaikan somasi ketiga oleh Wakapolres, massa masuk ke Jalan Kimia namun masih tetap melakukan aksi unras dengan orasi dan mempersipkan bambu runcing, batu dan petasan dan bom molotov.

Pukul 19.55 WIB
Wakapolres menyampaikan somasi terakhir dan mengatakan bila tidak bubar akan dilakukan tindakan refresif.

Pukul 20.00 WIB
Atas perintah Wakapolres telah dilakukan tindakan pendorongan oleh UPS Polres Metro Jakarta Pusat dan di-back up oleh 2 water cannon masuk ke Jalan Kimia untuk membubarkan massa, tetapi massa melakukan perlawanan dengan melempari petugas dengan batu, petasan, dan bom molotov.

Pukul 20.15 WIB
Water cannon mundur, 1 (satu) SSK Sabhara PMJ masuk ke Jalan Kimia melakukan pembersihan sepanjang Jalan Kimia sampai kampus UBK. Dari kegiatan pendorongan telah diamankan sementara 2 buah bom molotov, batu, kayu, bambu dan pecahan botol.

Pukul 20.20 WIB
Seluruh mahasiswa sudah membubarkan diri dari jalan Kimia, sementara petugas masih tetap siaga di Obyek.

(tfn/rmd)