DetikNews
Rabu 03 Desember 2014, 16:43 WIB

Tafsir Divonis 2,5 Tahun Bui, Ini Tanggapan Eks Rektor UI Gumilar

- detikNews
Jakarta -

Eks Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan dan Administrasi Umum Universitas Indonesia (UI), Tafsir Nurchamid, dihukum 2,5 tahun penjara karena terbukti korupsi dalam proyek instalasi infrastruktur teknologi informasi Gedung Perpustakaan UI. Mantan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri menyatakan menghormati putusan majelis hakim.

"Kita hormati ya keputusan pengadilan. Saya kira pasti berdasarkan fakta-fakta," kata Gumilar usai persidangan pembacaan putusan Tafsir Nurchamid di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Majelis hakim dalam amar putusannya memaparkan penyalahgunaan wewenang Tafsir selaku kuasa pengguna anggaran sekaligus pejabat pembuat komitmen dalam proyek tahun anggaran 2011 ini.

"Terdakwa telah mengarahkan agar pada setiap pengadaan barang jasa yang dananya berasalnya dari masyarakat dan untuk pengadaan barang jasa yang dananya dari APBN agar tetap melibatkan PT Makara Mas sebagai peserta tender atau lelang sebagaimana dimaksud dalam surat edaran tanggal 5 Mei 2010 yang ditujukan kepada Direktur Umum dan Fasilitas UI," papar hakim anggota Aviantar.

Surat edaran tersebut dibuat Dedi Abdul Rahmat Saleh dan Tjahjanto Budisatrio dari PT Makara Mas bersama-sama Tafsir yang juga menandatangani surat tersebut. Tafsir, lanjut hakim, juga menyetujui permintaan Dedi Abdul Rahmat, Tjahjanto Budisatrio dan Suparlan agar proyek ini dikerjakan PT Makara Mas dengan meminjam bendera PT Netsindo Inter Buana.

"Dan PT Makara Mas bekerjasama dengan Irawan Widjaja dari PT Dwiperdana Internasional," sambung hakim.

Ketiga, Tafsir juga menyetujui permintaan pembayaran yang diajukan dari PT Makara Mas. Tafsir menetapkan PT Netsindo Inter Buana sebagai pemenang sedangkan PT Arun Prakarsa Inforindo sebagai pemenang perencanaan sedangkan PT Reptec Jasa Solusindo sebagai pemenang pekerjaan pengawasan.

"Padahal terdakwa mengetahui PT Netsindo Inter Buana dan PT Reptec Jasa Solusindo merupakan perusahaan fiktif," urai hakim.

Majelis hakim menyatakan sejak awal sudah ada kehendak bersama antara Tafsir dan sejumlah orang dalam penyimpangan proyek. "Antara terdakwa, Tjahjanto Budisatrio, Dedi Abdul Rahmat agar dalam pengadaan instalasi gedung perpustakaan UI bisa dimenangkan PT Netsindo Inter Buana," tegas hakim Aviantara.

Padahal sebelumnya, Irawan Widjaja selaku Direktur PT Derwiperdana Internasional Persada meminta Donanta Dhaneswara agar perusahaannya bisa ikut serta dalam pengadaan dengan memasukan produk Elims dari Singapura.

"Kerjasama antara terdakwa dan saksi Dedi Abdul Rahmat, Tjahjanto Budisatrio, Donanta Daneswara serta Irawan Widjaja sedemikian lengkap dan sempurna sehingga akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan instalasi infrastruktur perpustakaan UI tahun 2010,"imbuh hakim.

Selain dihukum 2 tahun 6 bulan penjara, Tafsir wajib membayar denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan. Putusan ini jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK yakni tuntutan 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 5 bulan kurungan.


(fdn/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed