ADVERTISEMENT

Menhan: Drone Akan Ditempatkan di Perbatasan Malaysia dan Papua Nugini

- detikNews
Sabtu, 08 Nov 2014 00:25 WIB
Foto ilustrasi Drone (Elza Astari R)
Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan pihaknya sudah membuat perencanaan penempatan pesawat tanpa awak, drone, untuk menjaga perbatasan negara. Perbatasan Malaysia dan Papua Nugini dipandang sebagai wilayah paling urgen untuk dijaga.

"‎Saya sudah membuat perencanaan, nanti di setiap base akan ada pesawat tanpa awak, jadi perbatasan kita betul-betul bisa terkendali," kata Ryamizard usai acara malam ramah tamah Cadaka Dharma Puncak Tidar angkatan 1973 di Balai Kartini, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Nantinya, di setiap perbatasan akan diberi ruang duga. Ruang duga yang dimaksud adalah pos yang berisi monitor drone. "Jadi kita bisa melihat secara dekat, kalau sekarang kan (setiap base camp perbatasan) cuma tempat tidur dan rapat," tutur Ryamizard.

Namun demikian, pihak Kementerian Pertahanan masih menghitung jumlah drone yang diperlukan untuk menjaga perbatasan. Bila daya jelajah drone bisa lebih jauh dari 10 Kilometer, maka tentu jumlah yang dibutuhkan akan lebih sedikit.

Pesawat buatan dalam negeri juga sudah tersedia. Rencananya, Drone untuk menjaga perbatasan di Malaysia akan ditempatkan di Kalimantan.

"(Yang paling urgen) Malaysia dan Papua," kata Ryamizard.

(dnu/ahy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT