Cerita Mengagetkan Kerabat Keraton Terkait Kematian Kebo Bule Bagong

- detikNews
Rabu, 05 Nov 2014 15:19 WIB
Solo - Kebo bule milik Keraton Surakarta ditusuk besi oleh orang dua pekan lalu dan mati Selasa kemarin. Tak jelas motif penusukan itu. Kerabat keraton memiliki cerita terkait kematian kebo pusaka tersebut. Tentang apa?

Kerabat keraton, Satryo Hadinagoro, menceritakan Bagong ditusuk sebelum peringatan 1 Suro atau tanggal 25 Oktober lalu. Agar peringatan 1 Suro kondusif, kejadian itu tidak dilaporkan ke polisi. Bagong dirawat oleh tim medis Pemkot Surakarta.

"Kalau kami laporkan dan menjadi perhatian umum, nanti malah memancing situasi tidak nyaman," ujar Satryo, Rabu (5/11/2014).

Setelah dua pekan, nyawa Bagong tak terselamatkan. Ia mati pada Selasa (4/11) kemarin. Bangkainya dimakamkan di kompleks keraton.

Pelaku menusuk Bagong dengan besi berupa lempengan yang diruncingkan dan bagian ujungnya dibengkokkan seperti pancing. Sehingga setelah ditusukkan, benda tersebut sulit keluar dan membuat luka semakin lebar. Mungkin setelah ditusuk, Bagong kaget dan bereaksi kesakitan sehingga pelaku lari dan tak lagi mengambil besi tersebut.

"Kami menemukan besinya masih tertancap. Besi itu sekarang kami simpan," ungkapnya.

Satryo menambahkan pelajaran yang didapat dari kematian kebo pusaka itu adalah masih banyak orang yang peduli. "Warga sekitar lokasi tempat si Bagong tinggal dan dirawat menunjukkan perhatian yang sangat mengharukan. Mereka masih peduli dengan keberadaan hewan yang mendapat tempat khusus dalam masyarakat tradisional," kata Satryo.

Bagong cukup nyentrik. Ia enggan tinggal di area keraton dan memilih hidup di areal persawahan berjarak 5 km dari keraton. Tiap kali ia dibawa keraton, ia selalu ke persawahan tersebut hingga menemui ajalnya.

(try/nrl)