Kisah 'Nyentrik' Kebo Bule Bagong yang Pilih Hidup di Luar Keraton

- detikNews
Rabu, 05 Nov 2014 13:30 WIB
Kuburan kebo bule Bagong (Foto: Muchus Br/detikcom)
Solo - Bagong, salah satu kebo bule milik Keraton Surakarta, memang kerbau biasa. Tapi tingkahnya agak berbeda. Ia tidak suka tinggal di keraton. Padahal ia memiliki 'darah biru' Kiai Slamet.

"Dia memang nyentrik, tidak pernah mau datang ke keraton," kata kerabat keraton, Satryo Hadinagoro, Rabu (5/11/2014).

Sejak kecil, Bagong tidak mau tinggal bersama 'saudara'-nya di kompleks Alun-alun Selatan Keraton Surakarta. Ia memilih hidup liar di areal persawahan Grogol, Sukoharjo. Beberapa kali dipindahkan ke keraton, ia selalu kembali ke sawah yang berjarak 5 km dari kompleks keraton tersebut.

"Dia lebih suka berkumpul bersama kerbau-kerbau biasa milik warga yang berada di areal persawahan itu," ujar Satryo.

Sepanjang hidupnya, Bagong tidak pernah diikutkan kirab pada setiap kirab pusaka malam 1 Suro. Sementara, saudara-saudaranya tertib ikut kirab. Biasanya dalam momen itu, warga berebutan kotoran kebo bule yang dianggap menyimpan berkah.

Bagong ditusuk orang dengan besi dua pekan lalu. Setelah dirawat, nyawanya tak tertolong. Ia mati, Selasa (4/11) malam dan dimakamkan di kompleks Alun-alun Selatan Keraton.

(try/nrl)