Hakim Agung Artidjo Bebaskan Eka yang Didakwa Mencuri Barang Rp 500 Ribu

- detikNews
Jumat, 17 Okt 2014 18:05 WIB
Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Karyawati toko Avenue di Mal Taman Anggrek, Eka Nurmalasari (25), nyaris dipenjara karena didakwa mencuri barang di toko itu. Setelah dibuktikan di pengadilan, Eka bebas dari segala dakwaan karena tidak terbukti menggelapkan barang di toko itu.

Kasus yang menimpa perempuan asal Purwokerto itu bermula saat dirinya diterima bekerja di toko itu dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan. Dia bertugas sebagai asisten supervisor dengan tanggung jawab merekap keluar masuk barang dan mengontrol kinerja karyawan.

Semua permasalahan bermula saat dilakukan stock opname pada 2 Maret 2011 dan didapati selisih penjualan. Dalam pemeriksaan internal itu, Eka mengaku melakukan penjualan di bawah tangan tanpa diinput ke komputer yaitu sebuah sepatu, baju dan sebagainya seharga Rp 500 ribu.

Atas selisih itu, Eka lalu dipolisikan dan dituntut 3 bulan penjara. Pada 31 Januari 2013, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) membebaskan Eka. Atas hal itu, jaksa pun kasasi. Apa kata MA?

"Menolak permohonan kasasi dari pemohon jaksa," putus majelis hakim sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (17/10/2014).

Duduk sebagai ketua majelis adalah Artidjo Alkostar dengan anggota Sri Murwahyuni dan Dudu Duswara. Dalam vonis yang diketok pada 11 Desember 2013 lalu itu, Artidjo dkk meyakini Eka tidak melakukan penggelapan barang.

"Terdakwa bersama 2 orang temannya diperintahkan HRD untuk membuat surat penyataan mengakui mempergunakan uang Toko Avenue sebesar Rp 50 juta dan diberi sanksi untuk membayar kerugian perusahaan sebesar Rp 40 juta dan menurunkan menjadi Rp 10 juta," putus Artidjo dkk.

Artidjo dkk mengesampingkan surat pernyataan Eka yang mengakui telah melakukan pencurian barang perusahaan dengan cara menjual di bawah tangan dengan jumlah total Rp 500 ribu dan surat pengunduran diri Eka pada 3 Maret 2011.

"Terdakwa dilaporkan ke polisi dan 2 orang temannya tidak diproses dan tidak ditemukan barang bukti," pungkas Artidjo dkk.

(asp/nrl)