detikNews
Jumat 10 Oktober 2014, 00:16 WIB

Kamerawan Terkena Peluru Senapan Angin Saat Meliput Bentrokan di Makassar

- detikNews
Makassar - Andri Rezky (24), kamerawan Kompas TV, mengalami nasib sial saat meliput bentrokan warga di jalan Abubakar Lambogo, Makassar, Kamis malam (9/10/2014). Andri terkena peluru senapan angin di dadanya dan harus menjalani perawatan serius di rumah sakit Pelamonia TNI AD Makassar.

Menurut rekan Andri, Rahman Muchtar, yang sama-sama meliput bentrokan warga jalan Abubakar Lambogo, bentrokan warga yang berlangsung di tepi jalan terjadi secara membabi-buta membuat posisi wartawan yang tiba di lokasi untuk meliput sangat kesulitan untuk menyelamatkan diri.

"Kami tidak sempat lagi mencari posisi yang pas untuk merekam peristiwa bentrokan tersebut, hingga akhirnya Andri terkena peluru di dadanya yang ditembakkan warga pelaku bentrokan," ujar koresponden Indosiar ini.

Peristiwa apes yang dialami Andri ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada 5 Februari 2012, Andri pernah jadi bulan-bulanan anggota geng motor saat meliput adu balapan liar di jalan Bandang Makassar. Kemudian pada 5 April 2013, Andri yang berboncengan dengan rekannya, Harun Rasyid, kamerawan Fajar TV, diserang lagi oleh anggota geng motor, yang menggunakan anak panah. Akibatnya, Harun terkena luka panah di punggungnya.

Selain Andri, beberapa warga pelaku bentrokan ikut terluka, yang di antaranya Aditya (17) yang juga terkena peluru senapan angin dan Ramdan (18) yang terkena anak panah di lehernya. Keduanya dirawat di RSUD Labuang Baji, Makassar.

Sementara itu, terkait bentrokan ini, Agnes, warga jalan Abubakar Lambogo, pada detikcom mengeluhkan lambannya aparat kepolisian dari Polsek Makassar untuk menghentikan bentrokan warga dan menindak tegas para pelaku bentrokan yang selalu menyusahkan warga Abubakar Lambogo lainnya. Ia meminta polisi tidak segan menangkap para pelaku bentrokan di sekitar lingkungannya.

"Kami heran mengapa polisi selalu lambat membubarkan para perusuh yang mempermalukan kampung kami, padahal kantornya tidak jauh dari lokasi tawuran, kami meminta polisi bisa tegas menangkap para pelaku tawuran, agar daerah kami kembali aman, supaya kami tidak khawatir akan keselamatan anggota keluarga kami," pungkas Agnes, ibu rumah tangga warga jalan Abubakar Lambogo.


(mna/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com