Gasak Harta Calon Majikan Rp 150 Juta, Mia Huni Hotel Prodeo 6 Bulan

- detikNews
Kamis, 09 Okt 2014 13:21 WIB
Jakarta - Gadis desa asal Jember, Jawa Timur, Mia mencoba mencari peruntungan di Ibu Kota Jakarta dengan melamar sebagai pekerja rumah tangga (PRT). Mia ke Jakarta karena diajak teman sekampungnya Dyah Anggraini. Bukannya jadi PRT, Mia malah mencuri harta majikannya.

Dalam salinan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) yang didapat detikcom, Kamis (9/10/2014), Mia diajak Dyah bekerja sebagai PRT di rumah milik Musringatin yang terletak di Komplek Bulog, Jakarta Timur. Mia pun tiba di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur pada 4 April 2014 subuh dan dijemput oleh Dyah untuk menuju rumah Musringatin.

Sesampainya di rumah calon majikannya, Mia malah disuruh Dyah untuk mencuri barang milik majikannya yang ketika itu sedang meninggalkan rumah. Gadis 19 tahun itu disuruh mengambil barang majikannya di dalam brangkas yang sebelumnya sudah dibobol Dyah.

Di dalam brankas itu, Mia dan Dyah menggasak 11 jam, 1 cincin berlian, 1 cincin kawin, 1 cincin emas dan uang Rp 200 ribu. Total barang rampasan diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

Mereka pun segera melarikan diri dengan cara berpisah dari rumah tersebut. Tapi sayang, Mia yang belum sehari di Jakarta itu tak tahu arah. Saat melarikan diri, Mia tak tahu arah dan malah melewati rumah majikannya lagi.

Apesnya lagi, saat melintas di rumah majikannya, Mia bertemu majikannya. Sontak, Musringatin selaku majikan Mia berteriak 'maling!!!'. Teriakan majikan Mia mengundang reaksi warga sekitar.

Mia tetap berusaha kabur. Tapi karena tak tahu arah, Mia malah kabur ke arah jalan buntu. Mia terpojok dan tertangkap warga beserta barang curiannya. Sedangkan Dyah, sudah berhasil melarikan diri entah kemana hingga dicap sebagai buronan polisi.

Atas hal itu, Mia pun harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Juni 2014. Dia dituntut oleh jaksa melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dan hukuman penjara 10 bulan.

‚ÄéTuntutan jaksa tak diamini hakim. Mia divonis 6 bulan penjara oleh Abdul Hutapea selaku ketua majelis hakim dan dibantu oleh Berton Sitohang dan Pandu Budiono selaku hakim anggota.

"Menyatakan terdakwa Mia bin Rinti menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 6 bulan," putus Abdul dalam salinan putusannya.

Di pengadilan yang sama, pencuri barang penumpang KA Bima jurusan Malang-Jakarta, Riki Susanto dihukum 1 tahun penjara. Riki masuk ke KA Bima saat melintas di Cakung pada 18 Maret 2014 subuh. Riki lalu menggasak laptop dan HP penumpang yang tengah tertidur lelap. Namun aksi Riki kepergok aparat polisi khusus kereta api (Polsuska) dan Riki pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(rvk/asp)