Sitok Jadi Tersangka, Pengacara Mahasiswi UI: Terima Kasih Polisi

- detikNews
Senin, 06 Okt 2014 18:07 WIB
Jakarta - Polisi menetapkan penyair kondang Sitok Srengenge sebagai tersangka dalam kasus RW, mahasiswi Universitas Indonesia (UI) yang mengaku diperkosa dan dilecehkan oleh Sitok. Pengacara korban, Iwan Pangka, mengapresiasi langkah polisi tersebut.

"Kami apresiasi kerjanya polisi. Kita berterima kasih buat polisi telah bekerja dengan baik menetapkan Sitok Srengenge sebagai tersangka. Meskipun durasinya cukup lama," ucap Iwan saat dihubungi detikcom, Senin (6/10/2014).

Polisi memang baru menetapkan status Sitok setelah hampir satu tahun korban melapor ke Polda Metro. Meski bergitu, Iwan bisa memaklumi hal tersebut dan dia tetap memantau perkembangan penyidikan kasus. "Tetap kita pantau kasusnya," ujarnya.

Soal pasal berlapis yang menjerat Sitok yaitu pasal 335 KUHP, 286 KUHP dan Pasal 294 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 5-9 tahun penjara, Iwan mengaku beryukur. Selain pasal pencemaran nama baik yang dilaporkan, ternyata polisi menjerat Sitok dengan pasal lainnya.

"Memang kami dari awal meminta pasal itu 285, pasal 286, bukan pasal perbuatan tidak menyenangkan (pasal 355). Pasal itu diberikan oleh polisi untuk menjerat pelaku," jelas Iwan.

Menurutnya, penetapan Sitok merupakan kemenangan, bukan hanya bagi korban tetapi juga kemenangan kaum perempuan. "Kemenangan dari kasus kejahatan seksual yang mungkin saja terjadi lebih dari ini," ujarnya.

Rencananya, Iwan akan datang ke rumah RW malam ini untuk menyampaikan kabar penetapan tersangka Sitok. RW sendiri saat ini dalam keadaan sehat.

"Saya belum kabari dia, nanti malam saya mau ke rumah orang tuanya," kata Iwan.

Korban mahasiswi UI melaporkan Sitok ke SPKT Polda Metro Jaya didampingi pengacaranya, Iwan Pangka, Jumat (29/11/2013) lalu. Dalam laporan resmi bernomor LP/4245/XI/2013/PMJ/Ditreskrimum, Sitok dilaporkan dengan tuduhan Pasal 355 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Korban melapor ke polisi karena hamil setelah diduga diperkosa Sitok.

(slm/mad)