DetikNews
Senin 22 Sep 2014, 15:31 WIB

Tom & Jerry dan Little Krishna Dianggap Tayangan Anak Berbahaya oleh KPI

- detikNews
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mewanti-wanti perihal tayangan anak di televisi yang masuk kategori berbahaya. Banyak adegan kekerasan yang dinilai tak pantas disaksikan anak-anak.

Dalam siaran pers, Senin (22/9/2014) Komisioner KPI Agatha Lily merilis sejumlah tayangan yang dinilai berbahaya.

"3 (tiga) tayangan anak dan kartun yang termasuk dalam kategori berbahaya (lampu merah): 1. Bima Sakti - ANTV, 2. Little Krisna - ANTV, 3. Tom & Jerry yang tayang di tiga stasiun TV: ANTV, RCTI, dan Global TV," jelas Agatha.

Menurut Agatha Lily, hasil ini diperoleh berdasarkan hasil kajian dan hasil pemantauan tentang tayangan anak dan kartun berbahaya yang tidak layak tonton.

Tayangan tersebut dinilai KPI penuh dengan muatan-muatan yang berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental anak, yaitu: 1. Kekerasan fisik (mencekik, menonjok, menjambak, menendang, menusuk dan memukul), 2. Kekerasan terhadap hewan, 3. Penggunaan senjata tajam dan benda keras untuk menyakiti dan melukai seperti pisau, balok, dan benda-benda lainnya.

Kemudian yang ke-4. Kata-kata kasar, 5. Adegan-adegan berbahaya, 6. Perilaku yang tidak pantas seperti membuka celana dan memperlihatkan ke teman-teman dan merusak benda-benda, 7. Sifat-sifat negatif (emosional, serakah, pelit, rakus, dendam, iri, malas, dan jahil), 8. Muatan porno, dan 9. Unsur-unsur mistis.

Dalam memberikan penilaian terhadap tayangan anak dan kartun, KPI telah meminta pandangan dari para pakar dan pemerhati anak yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, yaitu Seto Mulyadi (Komnas Anak), B. Guntarto (YPMA), Elly Risman (Yayasan Kita dan Buah Hati), perwakilan Deputi Perlindungan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, perwakilan dari KOWANI dan Muslimat.

"Para pakar dan pemerhati anak sepakat bahwa tayangan anak dan kartun di Indonesia telah melampaui batas-batas kewajaran. Kami sangat prihatin atas maraknya muatan-muatan kekerasan dan berbahaya dalam tayangan anak dan kartun, mengingat anak-anak belum memiliki daya filter yang baik terhadap apa yang dilihat dan didengarnya dari televisi. Bahkan terdapat program kartun dengan kekerasan yang eksplisit dan masif ditayangkan setiap hari dengan frekuensi 2 kali sehari. Hal ini tentu saja akan mendorong daya imitasi yang berpengaruh terhadap sikap, pola pikir dan kepribadian anak-anak Indonesia," urai Agatha panjang lebar.

Sedangkan dua tayangan anak dan kartun yang masuk dalam kategori lampu kuning yakni Crayon Sinchan - RCTI dan Spongebob Squarepants - Global TV.

"Atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, KPI dengan tegas telah menjatuhkan sanksi administratif kepada stasiun TV yang menyiarkan dan menginstruksikan stasiun TV untuk menghilangkan muatan-muatan kekerasan dan adegan berbahaya serta tidak pantas ditiru oleh anak-anak. KPI juga mengimbau anak-anak dan orang tua agar selektif dalam memilih tayangan anak dan kartun. Untuk 5 (lima) tayangan di atas, agar orang tua melarang anak-anaknya menonton," terang Agatha.

 Dalam kesempatan ini KPI juga memberikan apresiasi terhadap 7 (tujuh) program anak dan kartun yang menginspirasi dan kaya muatan edukasi, yaitu :

1. Dora The Explorer – Global TV

2. Adit Sopo Jarwo – MNC TV

3. Laptop Si Unyil – Trans 7

4. Curious George – ANTV

5. Thomas and Friends – Global TV

6. Unyil Keliling Dunia – Trans 7

7. Disney Junior – MNC TV


"Dalam beberapa hari ke depan, kamipun akan menjatuhkan sanksi untuk tayangan sinetron dan FTV yang berpotensi membawa pengaruh negatif terhadap anak-anak dan remaja serta menyampaikan daftar sinetron dan FTV bermasalah tersebut kepada masyarakat luas," tutup Agatha.


(ndr/mad)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed