Seleksi Menteri detikcom

Ini Agus Suherman, Calon Termuda yang Diusulkan Seleksi Menteri

- detikNews
Rabu, 17 Sep 2014 13:04 WIB
Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo yang berusia 53 tahun sudah melibatkan kalangan muda sejak masa kampanye. Kini, di masa-masa pemilihan menteri untuk kabinetnya, Tim Seleksi Menteri detikcom mengusulkan Agus Suherman, salah satu bos BUMN berusia 38 tahun untuk menjadi menteri.

Siapa Agus Suherman? Dia adalah Dirut Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Dipimpin Agus sejak tahun 2013, kinerja keuangan Perum Perindo naik signifikan. Laba bersih per Oktober 2013 sebesar Rp 10,8 miliar, terlihat peningkatan sekitar 300% dari laba bersih Februari 2013 yang hanya sebesar Rp 2,9 miliar.

Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah memuji kinerja Agus lewat tulisannya di 'Manufacturing Hope'. Dahlan bercerita tentang kebangkitan Perindo, termasuk peran Agus di dalamnya.

"Awal tahun 2013 adalah awal pembenahan Perindo. Direksi baru ditetapkan. Dirutnya masih muda: 37 tahun (sekarang 38 tahun-red). Dia seorang doktor perikanan dari Undip Semarang. Dia seorang pekerja keras dan mampu bekerja secara tim. Dia juga bukan seorang yang "bossy" sehingga rajin turun ke lapangan," tulis Dahlan pada Senin (11/11/2013) silam.

Agus lulus dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro pada tahun 1998. Ia kemudian mendapat gelar master dan doktor dari Institut Pertanian Bogor di jurusan Teknik Kelautan. Di Universitas Diponegoro, pria kelahiran 3 Agustus 1976 ini menjadi dosen dan pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai.

Pria yang pernah menjadi Komisaris PT ASDP Indonesia Ferry ini diusulkan untuk menjadi calon Menteri Kelautan dan Perikanan. Dia bersaing dengan Dirjen FAO Indroyono Susilo dan pengusaha Muhamad Najikh.

Nama Agus sepakat diusulkan untuk jadi menteri di kabinet Jokowi-JK oleh Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom yang dipimpin oleh Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Martha Hamzah, dengan empat anggota yakni pakar hukum tata negara Refly Harun, pakar komunikasi dan motivator Aqua Dwipayana, pakar teknologi informasi Onno Widodo Purbo, dan pakar ekonomi Fauzy Ichsan serta tim Pokja Redaksi. Kesepakatan pengusulan dibuat dalam diskusi pada Kamis (11/9/2014) lalu.

(imk/erd)