Seleksi Menteri detikcom

Deretan CEO di Seleksi Menteri, Siapa yang Akan Dipilih Jokowi?

- detikNews
Rabu, 17 Sep 2014 11:20 WIB
Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo mengaku sudah mengantongi 200 nama CEO untuk calon menteri dari kalangan profesional. Tim Seleksi Menteri detikcom sendiri sudah memilih sederet CEO yang dianggap memenuhi syarat untuk jadi menteri. Siapa saja mereka?

CEO yang pertama adalah Agus Suherman (38 tahun). Agus saat ini menjabat sebagai Dirut Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Lulus dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro pada tahun 1998, Agus kemudian mendapat gelar master dan doktor dari Institut Pertanian Bogor di jurusan Teknik Kelautan. Dipimpin Agus sejak tahun 2013, kinerja keuangan Perum Perindo naik signifikan.

Kandidat lainnya adalah mantan Dirut RSCM Prof. Dr. dr. med. Akmal Taher, SpU(K). Pria berusia 59 tahun ini adalah pemilik hak paten use of inhibitor of Phosphodiesterase IV di Jerman, USA, Eropa, Kanada, dan Jepang. Lepas dari jabatan Dirut RSCM, Akmal diangkat menjadi Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2013.

Yang berikutnya adalah Dirut RS Fatmawati Dr. Andi Wahyuningsih Attas,SpAn, KIC, MARS. Salah satu prestasi yang diperoleh perempuan berusia 57 tahun ini adalah membawa RS Fatmawati meraih penghargaan akreditasi kelas dunia versi Joint Commission International pada tahun 2013. Sebelum memimpin RS Fatmawati, Andi pernah menjabat sebagai Direktur Medik Spesialistik Direktorat Bina Pelayanan Medik Spesialistik Kementerian Kesehatan RI pada periode 2010 - 2011.

Tim Seleksi Menteri detikcom juga mengusulkan Budi Karya Sumadi (58 tahun) yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Jakarta Properindo (Jakpro). Sebagai bos PT Jakpro, Budi memegang sejumlah proyek di Ibu Kota, di antaranya revitalisasi taman kota waduk pluit dan waduk Ria-Rio, penyelesaian rusunawa di Marunda, serta Electronic Road Pricing (ERP). Sebelumnya, Budi adalah Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Taman Impian Jaya Ancol.

Adapun Emirsyah Satar (55 tahun) adalah Bos Garuda Indonesia yang sebelumnya memiliki karier di bidang perbankan hingga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama, PT Bank Danamon Indonesia pada periode 2003 - 2005. Alumnus UI ini menyabet gelar Indonesia Most Admired CEO and Companies sebanyak 6 kali berturut-turut. Yang terbaru, Emirsyah memperoleh penghargaan Asia Pacific Entrepreneurship Award 2014.

Dirut BPJS Kesehatan Dr. dr. Fahmi Idris, M. Kes juga diusulkan oleh Tim Seleksi Menteri detikcom. Fahmi memiliki gelar sarjana dari Universitas Sriwijaya serta gelar master dan doktor dari UI. Sebelum memimpin PT Askes, pria berusia 46 tahun ini adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia pada periode 2006-2009.

Yang selanjutnya adalah Ignasius Jonan (51 tahun). Kinerja Jonan sebagai bos PT KAI sudah diakui lewat sejumlah penghargaan, yaitu The Best CEO BUMN - 2014 dari Bisnis Indonesia Award, Marketeers of The Year - 2013 dari MarkPlus Inc, serta Best of the Best CEO BUMN - 2013 dari majalah BUMN Track. Sebelum masuk ke dunia perkeretaapian pada tahun 2009, Jonan lebih dahulu berkiprah di bidang perbankan.

CEO yang juga dinilai cocok untuk menjadi menteri adalah lham Habibie (51 tahun). Selepas studinya di Jerman, Amerika Serikat, Prancis, dan Singapura, dia pun mendirikan PT ILTHABI dan menjadi CEO di berbagai perusahaan. Beberapa bulan terakhir ini pun namanya kembali muncul terkait rencana produksi pesawat R80 yang merupakan 'the next N250'. Pada Agustus 2014 lalu, Wali Kota Bandung melantik Ilham Habibie menjadi Ketua Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas.

Ada pula mantan Presdir PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan yang memegang jabatan tersebut selama 12 tahun. Pria berusia 62 tahun ini pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Ketua Bidang KADIN. Pada tahun 2013, Johnny menerima penghargaan dalam ajang Antara Achievement Award karena dianggap sebagai tokoh penting yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif.

Dirut Pertamina Karen Agustiawan (56) telah mendapat sejumlah penghargaan, salah satunya dari 1 dari 50 wanita pelaku bisnis terkuat se-Asia versi Majalah Forbes di 2011. Alumnus Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung pernah menjabat sebagai Business Development Manager di Landmark Concurrent Solusi dan Commercial Manager for Consulting and Project Management Halliburton Indonesia. Pada 1 Oktober 2014 mendatang, dia akan mengundurkan diri dari posisinya.

CEO berikutnya adalah Muhammad Najikh (52 tahun). Pendiri dan CEO PT Kelola Mina Laut ini adalah Dia adalah alumni terbaik Jurusan Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Sebagai pengusaha dan eksportir produk olahan hasil laut, Najikh sudah mendapat penghargaan, antara lain Indonesian Export Award “Primaniyarta Award” dari Presiden RI dan Pengusaha Berprestasi dari Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Dirut BRI Sofyan Basyir pun disodorkan untuk menjadi menteri di kabinet Jokowi-JK. Pria berusia 56 tahun ini memulai kariernya sebagai pimpinan cabang Bank Bukopin sehingga kemudian berhasil menjadi Presdir Bank Bukopin. Pada tahun 2005, Sofyan kemudian diberi kepercayaan sebagai Presdir BRI. Penghargaan yang pernah diperolehnya antara lain Marketer of The Year pada tahun 2008, Top National Banker versi Majalah Investor pada 2011, serta Bintang Mahaputera Utama di 2014.

CEO GarudaFood Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto pernah menyabet penghargaan lima kali berturut-turut sebagai Aspiring CEO yang digelar Warta Ekonomi Magazine. Pada tahun 2004, pria berusia 58 tahun itu dinobatkan sebagau Ernst & Young Indonesia Entrepreneur of The Year. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Indonesian Pluralism Institute dan Ketua Indonesian Buddhayana Council.

Pemerintahan Jokowi-JK akan diisi 18 orang dari kalangan profesional. Jokowi mengaku sudah menerima 200-an nama dari kalangan profesional dengan status CEO perusahaan.

"‎200-an sekian, itu yang CEO," ujar Jokowi di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (16/9/2014).

Jokowi menuturkan, nama-nama itu didapatkan Jokowi dari tim head hunter yang khusus dibentuknya untuk merekomendasikan nama-nama dari kalangan profesional. "Namai-namanya dari badan Head Hunters," terangnya.

(imk/erd)