Seleksi Menteri detikcom

Seleksi Menteri Usul Emirsyah, Johnny Darmawan, dan Sudhamek Jadi Menperin

- detikNews
Selasa, 16 Sep 2014 16:37 WIB
Jakarta - Nama Emirsyah Satar, Johnny Darmawan, dan Sudhamek AWS sudah tidak asing lagi di dunia usaha. Ketiganya pun dianggap memiliki kemampuan untuk mengisi kursi Menteri Perindustrian (Menperin) di kabinet Jokowi-JK oleh Tim Seleksi Menteri detikcom.

Ketiga nama ini disepakati oleh Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom yang dipimpin oleh Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Martha Hamzah, dengan empat anggota yakni pakar hukum tata negara Refly Harun, pakar komunikasi dan motivator Aqua Dwipayana, pakar teknologi informasi Onno Widodo Purbo, dan pakar ekonomi Fauzy Ichsan serta tim Pokja Redaksi. Kesepakatan pengusulan dibuat dalam diskusi pada Kamis (11/9/2014) lalu.

Calon yang pertama adalah Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Pria berusia 55 tahun itu sebelumnya berkarier di bidang perbankan hingga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama, PT Bank Danamon Indonesia pada periode 2003 - 2005. Alumnus UI ini menyabet gelar Indonesia Most Admired CEO and Companies sebanyak 6 kali berturut-turut. Yang terbaru, Emirsyah memperoleh penghargaan Asia Pacific Entrepreneurship Award 2014.

Adapun Johnny Darmawan adalah mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, yang memegang jabatan tersebut selama 12 tahun. Pria berusia 62 tahun ini pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Ketua Bidang KADIN. Pada tahun 2013, Johnny menerima penghargaan dalam ajang Antara Achievement Award karena dianggap sebagai tokoh penting yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif.

Kandidat ketiga adalah Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto. Pria yang saat ini menjabat CEO GarudaFood juga pernah menyabet penghargaan lima kali berturut-turut sebagai Aspiring CEO yang digelar Warta Ekonomi Magazine. Pada tahun 2004, pria berusia 58 tahun itu dinobatkan sebagau Ernst & Young Indonesia Entrepreneur of The Year. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Indonesian Pluralism Institute dan Ketua Indonesian Buddhayana Council.

Program Seleksi Menteri detikcom telah berlangsung sejak 17 Agustus 2014 lalu. Tim mendapatkan 548 nama usulan dari masyarakat yang kemudian diperas menjadi 88 nama. Selanjutnya, dengan pertimbangan referensi para pakar dan masukan pembaca, nama-nama tersebut diseleksi menjadi 78 nama dan kemudian di tahap final menjadi 72 nama.

Selain mempertimbangkan polling dan masukan pembaca, sejumlah kriteria yang digunakan untuk menseleksi adalah kriteria untuk calon menteri yang lolos, yakni usia dengan rentang 38-65, tak catatan hitam di masa lalu, punya prestasi yang fenomenal dan tingkat penerimaan di masyarakat.

(imk/erd)