detikNews
2014/09/16 10:38:25 WIB

Mereka Mengkritik MA karena Penjarakan dr Bambang dengan Pasal Kedaluwarsa

- detikNews
Halaman 1 dari 7
Mereka Mengkritik MA karena Penjarakan dr Bambang dengan Pasal Kedaluwarsa Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta -

Putusan Mahkamah Agung (MA) memenjarakan dr Bambang Suprapto selama 1,5 bulan penjara. Padahal Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus ancaman pidana dalam UU Praktik Kedokteran yang dikenakan kepada dr Bambang.

dr Bambang dijerat dengan pasal 76 dan 79 huruf c UU Praktik Kedokteran. Padahal MK telah menghapus ancaman pidana penjara pada 19 Juni 2007. Sehingga pasal 76 berbunyi:

Setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja melakukan praktik kedokteran tanpa memiliki surat izin praktik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Adapun pasal 79 huruf c menjadi berbunyi:

Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling
banyak Rp 50 juta setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, atau huruf e.

Namun siapa nyana, dr Bambang tetap dipenjarakan dengan pasal tersebut atas apa yang dilakukannya kepada pasien Johanes pada Oktober 2007. Alhasil, publik pun mengkritik keras putusan itu. Berikut kritikan yang ditujukan ke MA sebagaimana dicatat detikcom, Selasa (16/9/2014):

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed