ADVERTISEMENT

ITB Wakili RI di Ajang Dunia Rekayasa Genetik di AS Oktober Mendatang

- detikNews
Minggu, 24 Agu 2014 01:55 WIB
Foto: dokumentasi iGEM ITB Indonesia
Jakarta - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali akan tampil dalam kompetisi iGEM (International Genetically Engineering Machine) di Boston, Amerika Serikat pada akhir Oktober 2014. Sebelumnya, pada tahun 2013 ITB berhasil meraih medali perak dengan proyek berjudul Biosensor Alfatoxin, dan di tahun ini akan maju dengan proyek terbaru berjudul SynbIGreen (Synthetic Biology Indonesia Go Green) yang mengangkat ide tentang limbah plastik.

Seperti diketahui, hingga saat ini plastik masih menjadi primadona demi memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Namun proses daur ulang dan manajemen sampah yang kurang baik kerap kali memberikan dampak permasalahan limbah plastik.

"Pengembangan alat Whole Cell Biocatalyst dengan menggunakan organisma synthetic biology ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara lain di dunia," ujar Ketua tim iGEM ITB 2014, Joko melalui pers release yang diterima detikcom, Sabtu (23/8/2014).

Dasarnya, setiap jenis plastik dapat dilakukan daur ulang, tetapi nyatanya kini plastik dapat berimbas pada pencemaran lingkungan. Hal ini tak luput dari proses pembakaran dan penggunaan bahan kimia serta lambatnya waktu degradasi plastik secara biologis. Ditambah kini Indonesia merupakan negara kedua penghasil plastik terbesar dengan jumlah 5,4 juta ton per tahun.

"Yang kita lakukan saat ini bukanlah memusuhi plastik, tetapi bagaimana menemukan formula yang tepat dalam penguraiannya," ucap dosen pembimbing tim iGEM ITB 2014, Soni S.

Dalam kompetisi bergensi di bidang synthetic biologi berskala internasional ini, ITB menurunkan mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai ilmu yakni bioteknologi, mikrobiologi, kimia, teknik kimia, planologi, teknik elektro dan bioengineering. Serta lengkap dengan lima orang dosen pembimbing dari masing-masing disiplin ilmu. Dalam ajang tahunan ini, mereka akan bertanding dengan 246 tim lainnya yang berasal dari universitas ternama dari seluruh dunia di antaranya Massachusetts Institute of Technology (MIT), Harvard University, University of Oxford, University of Tokyo dan University of Groningen.

"Pemusatan kerja tim tidak hanya dilakukan dalam skala labor, untuk memperluas informasi mengenai kompetisi dan proyek mereka, berbagai seminar telah dilakukan baik dalam lingkungan kampus maupun diluar kampus seperti yang dilakukan di kampus UNPAS beberapa bulan yang lalu," jelasnya.

(tfn/rmd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT