Wakil Ketua MPR: Jokowi Jangan Sombong, Prabowo Harus Legowo

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2014 10:50 WIB
Jakarta - MK telah menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta. Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mengimbau semua pihak menerima dengan legowo.

"Perspektif konstitusi keputusan MK tentang sengketa hasil pemilu itu final dan mengikat (binding). Saya rasa semua pihak harus menerima dan menghormati keputusan MK tersebut dengan legowo," kata Hajriyanto Y Thohari, kepada detikcom, Jumat (22/8/2014).

Hajri menilai MK memang bukan lembaga yang sempurna yang diisi oleh hakim-hakim konstitusi yang tanpa kesalahan. Tetapi MK telah berusaha semampunya untuk independen dan imparsial. Dalam konteks dan perspektif ini maka ketidakpuasan atau kekecewaan atas keputusan MK tersebut adalah wajar dan sangat bisa dipahami.

"Namun demikian ketidakpuasan dan kekecewaan tersebut hendaknya diekspresikan secara tepat dan proporsional sesuai dengan prinsip-prinsip negara hukum yang menjunjung tinggi supremasi hukum," kata Hajri.

Bagi Ketua DPP Golkar ini, kemenangan dan kekalahan dalam politik dan hukum di dunia ini adalah nisbi belaka. Kemenangan politik bukanlah segala-galanya. Dan kekalahan dalam politik juga bukan kekalahan segalanya.

"Mengabdi kepada negara itu caranya banyak, tidak harus berkuasa dan menjadi penguasa. Pihak yang kalah mesti sabar dan menerima kenyataan tersebut meskipun terasa pahit," katanya.

Harus diakui bahwa perjuangan mereka untuk menegakkan pilpres yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, sebagaimana yg diamanatkan dalam konstitusi adalah langkah yang terpuji dan mulia. Dan itu sudah dilakukan secara maksimal dan optimal.

"Tetapi takdir menentukan lain. Dan karena itu maka semua pihak harus menerima keputusan MK tersebut dengan legowo. Kepada pihak yang menang MPR mengimbau sebaiknya tidak sombong, takabur, adigang adigung adiguno sopo siro sopo ingsun," imbau Hajri.

"Ingat, bahwa kemenangan politik dan hukum ini adalah kemenangan di dunia yang fana dan bersifat nisbi. Maka ekspresi kemenangan sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan, melainkan proporsional dan sak madyo," pungkasnya.

(van/try)