Ibu kandung Wenni, Jamaliah, mengatakan, saat pertama bertemu dengannya, Wenni terlihat masih trauma dan pendiam. Ia tidak banyak cerita terhadap dirinya apalagi terkait musibah itu.
"Ia tidak banyak bicara kemarin saat pertama kami datang," kata Jamaliah, saat dihubungi detikcom, Kamis (7/8/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi setelah beberapa saat bertemu dengan ibu kandungnya, Wenni mulai berubah. Ia menjadi ceria dan kembali bergembira. Meskipun rasa trauma belum sepenuhnya hilang, Wenni kini sudah menjadi anak periang dan gembira.
"Sekarang sudah seperti anak lainnya meskipun traumanya belum hilang," jelasnya.
Menurut Jamaliah, saat bertemu kemarin Wenni tidak berani bercerita apapun pada dirinya. Ia hanya diam saat ditanya. Tapi sejak tadi malam, Wenni mulai terbuka dan bercerita apa saja pada ibu kandungnya.
"Kemarin suaranya saja tidak jelas karena kecil kali dia ngomong. Tapi sejak tadi malam sudah banyak berubah. Dia sudah berani cerita apa saja," ungkapnya.
Kabar tentang keberadaan kedua orang tuanya sebenarnya sudah didapatkan Wenni sejak beberapa hari lalu dari tetangga. Saat Jamaliah datang, raut wajah Wenni seketika berubah. Ia mau mengungkapkan sesuatu pada ibu kandungnya tapi tidak berani.
Saat warga menanyakan sosok Jamaliah dan Septi Rangkuti yang datang ke rumah nenek Maryam, Wenni langsung mengungkapkan bahwa keduanya merupakan orang tuanya.
"Betul, iya ini mamak dan ayah saya," ungkap Jamaliah menirukan ucapan Wenni saat ditanya warga tadi pagi.
(try/try)
