"Saya nggak tahu," ujar Saan bersaksi untuk Anas di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2014).
Saan mengaku saat itu mengkoordinir pimpinan cabang di wilayah Jawa Barat bersama Pasha Sukardi. Saat deklarasi, pengurus partai Jabar tidak mendapat akomodasi selama di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Saan, biaya transportasi ataupun akomodasi ditanggung masing-masing per wilayah. Dia tak tahu ada atau tidaknya pemberian uang transportasi ke ketua DPC yang hadir.
Deklarasi Anas sebut Saan dihadiri sekitar 200 ketua DPC termasuk anggota DPR pendukung Anas. Saan mengaku beberapa kali ikut dalam pembahasan mengenai penyuksesan Anas menjadi Ketum PD.
"Di apartermen Sency pernah, tapi lebih banyak ketemu di ruangan fraksi, jadi nggak ada tempat khusus. Kita nggak punya posko khusus," ujarnya.
Saan juga membantah adanya pemberian telepon genggam BlackBerry dalam Kongres Demokrat Mei 2010.
"(Pembagian BB) di Jawa Barat tidak pernah ada," katanya.
Jaksa KPK, Yudi Kristiana mempertanyakan jalur komunikasi antara para relawan dengan ketua DPC-DPC "Mereka kan punya HP sendiri," jawab Saan.β
(fdn/sip)











































