Setelah 10 tahun terpisah akibat terjangan tsunami dahsyat Aceh, Wenni (14), akhirnya bertemu dengan orangtuanya, Jamaliah. Remaja berkulit cokelat itu tampak kikuk. Tak berselang lama, perasaan itu berubah menjadi bahagia.
"Kami sangat bahagia karena bisa bertemu kembali," ungkap Jamaliah saat dihubungi detikcom, Kamis (7/8/2014).
Kali pertama bertemu dengan ibunya, Rabu (6/8) kemarin, Wenni tampak tak percaya. Ia lebih sering diam. Sedangkan Jamaliah tak kuasa menahan haru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamaliah dan Wenni terpisah saat tsunami menerjang pada 26 Desember 2004 silam. Keduanya menyelamatkan diri dengan menaiki papan. Nahas, Wenni yang saat itu berusia 4 tahun terlepas karena derasnya air.
Wenni terseret ombak hingga ke Pulau Banyak, Aceh Singkil. Ia diselamatkan oleh nelayan asal Aceh Barat Daya, Bustamil. Selama bertahun-tahun, bocah yang kini beranjak remaja ini dirawat dan diasuh oleh nenek Maryam, ibu Bustamil.
(try/nrl)
