Wenni (14), bocah yang hilang saat tsunami meluluhlantakkan Aceh pada Desember 2004 silam, akhirnya bertemu kembali dengan orang tuanya. Saat musibah itu terjadi, ia hilang setelah papan yang mereka jadikan sebagai tempat mengapung terseret ombak besar.
"Dia lepas dari tangan saya. Waktu itu kami di atas papan," kata Jamaliah, ibunda Wenni, saat dihubungi detikcom, Kamis (7/8/2014).
Beberapa hari pascatsunami, ia terus mencari buah hatinya hingga ke Tapak Tuan, Aceh Selatan. Selain mencari ke mana-mana, ia juga berdoa agar anaknya yang waktu itu masih berusia empat tahun selamat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sebulan mencari buah hatinya di Aceh, Jamaliah bersama suaminya Septi Rangkuti pindah ke Desa Tarigonan, Kecamatan Ulubarungun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Hingga kini, ia masih menetap di sana.
Menurut Jamaliah, ia akan membawa pulang Wenni ke Sumatera Utara untuk hidup kembali bersama kedua orang tuanya.
"Sekarang sedang ngurus pindah sekolah. Kalau sudah siap kami membawanya ke Sumatera Utara," ungkap Jamaliah.
Saat tsunami, Wenni terseret ombak hingga ke Pulau Banyak, Aceh Singkil. Ia diselamatkan oleh nelayan asal Aceh Barat Daya (Abdya) bernama Bustamil. Wenni dirawat dan diasuh oleh nenek Maryam, ibu Bustamil, hingga saat ini. Wenni dibawa ke rumah lama Jamaliah, di Lorong Kangkung, Desa Pangong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Rabu (6/8) kemarin.
(try/nrl)
