Hampir Semua Fasilitas Kesehatan di Daerah Bencana Rusak
Jumat, 31 Des 2004 15:31 WIB
Jakarta -
Hampir semua fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah yang terkena bencana gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) rusak berat. Kerusakan paling parah terjadi di Banda Aceh, Nagan Raya, Aceh Barat dan Aceh Jaya. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam jumpa pers di Departemen Kesehatan (Depkes), Jl. Rasuna Said, Jakarta, Jumat (31/12/2004). Selain fasilitas, tenaga kesehatan baik pemberi layanan kesehatan maupun administrasi di wilayah itu juga tidak dapat melakukan tugasnya. Menurut Menkes, sebanyak 19 pegawai Depkes di Aceh meninggal. Sedangkan 70 personel kesehatan belum diketahui nasibnya. Lebih 80 Ribu Orang TewasMenkes memperkirakan jumlah korban tewas akibat musibah gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut, hari ini akan mencapai 80 ribu orang lebih. Sementera jumlah korban hilang 1.240 orang dan jumlah pengungsi 108.083 orang. Jumlah korban luka sampai Kamis (30/12/2004) pukul 19.30 WIB kemarin tercatat 2.086 orang. Perinciannya luka ringan 1.602 orang, luka berat 484 orang dan dirujuk ke Medan 171 orang.Kondisi penderita yang dirawat di RS saat ini memburuk akibat minimnya perawatan dan obat-obatan khususnya antibiotika injeksi. Padahal antibiotika itu sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi wabah yang akan muncul pasca bencana.Menurut Menkes, wabah yang yang diperkirakan timbul yakni infeksi paru, malaria, diare, kolera dan campak untuk bayi-bayi.
(iy/)










































