DetikNews
Rabu 09 Juli 2014, 04:53 WIB

Ini Cerita Lengkap Kasus Dokter RS Husada Disiram Kopi Oleh Pasiennya

- detikNews
Ini Cerita Lengkap Kasus Dokter RS Husada Disiram Kopi Oleh Pasiennya Ilustrasi
Jakarta -

dr Fransiska disiram kopi oleh pendamping pasiennya karena hal yang tidak jelas. Fransiska pun menempuh jalur hukum dan kini sedang berjuang di meja hijau. Lalu, apa pembelaan Dewiyana selaku pasien dr Fransiska‎?

Kasus ini bermula pada November 2013 lalu. Kala itu Dewiyana yang berumur 18 tahun didampingi oleh Hari Haryanto (terdakwa) melakukan konsultasi kandungan ke dr Fransiska di RS Husada, Jakarta Pusat.

Setelah melakukan konsultasi, Dewiyana dipaparkan oleh dr Fransiska tentang hasil lab. dr Fransiska pun bertanya ke Dewiyana apa hubungan antara Dewiyana dengan Hari Haryanto.

Bukan jawaban yang didapat, malah makian yang didapat oleh dr Fransiska. Tak segan-segan Hari Haryanto pun memaki Fransiska dengan kalimat "dokter anjing".

Mendengar kalimat itu, Fransiska pun mengeluarkan ponselnya untuk merekam caci maki dari Hari. Tapi apa daya, siraman kopi dan pukulan yang didapat Fransiska.

Kesaksian Fransiska pun dibantah oleh Dewiyana. Saat sidang kesaksian di Pengadilan Negeri (PN Jakpus), Selasa (8/7/2014). Dewiyana mengatakan, pendampingnya sama sekali tidak melempar kopi ke Dr Fransiska.

"Kejadiannya begitu cepat jadi saya tidak lihat," ujar Dewiyana di hadapan ketua majelis hakim Kuncoro.

Hakim pun nampak aneh mendengar keterangan Dewiyana. Pasalnya, sudah 3 orang saksi yang menyatakan melihat Hari Haryanto melakukan penyiraman kopi dan pemukulan ke Dr Fransiska.

"Itu hak saudara mau menyangkal, tapi saya ingatkan saudara sudah disumpah," ucap ketua majelis hakim Kuncoro.

Hakim pun makin ‎geleng-geleng ketika Dewiyana mengaku tidak melihat Hari menyiram kopi, tetapi melihat Dr Fransiska mengeluarkan ponsel.

"Ini kan aneh, saudara tidak melihat terdakwa mengguyur kopi, tetapi melihat saudara saksi mengeluarkan ponsel," ujarnya.

‎Hakim mengingatkan kepada Dewiyana, bahwa memberikan keterangan palsu di persidangan akan diancam sanksi pidana. Sidang pun akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.


(rvk/vid)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed