detikNews
Senin 07 Juli 2014, 07:47 WIB

SBY: Politisi yang Menuduh Pemilu Curang Orangnya Itu-itu Saja

- detikNews
SBY: Politisi yang Menuduh Pemilu Curang Orangnya Itu-itu Saja
Jakarta - Jelang Pilpres, isu pemilu akan dicurangi kembali muncul. Presiden SBY menilai isu itu muncul dari politisi yang itu-itu saja,

"Saya mendengar, dan kalau saya perhatikan politisi yang mudah menuduh pemilu curang ya itu-itu saja orangnya. Jangan-jangan orang yang sering menuduh pemilu curang itu dulu sering curang, dikira orang lain melakukan yang sama," ujar SBY seperti dikutip dari akun Youtubenya, Senin (7/7/2014).

Video berdurasi 14 menit ini bertajuk 'Pesan Presiden SBY kepada Prabowo dan Jokowi'. Video tersebut diunggah pada 5 Juli 2014.

Menurut SBY, jika diambil nilai positifnya, hal itu untuk mengingatkan semua pihak bahwa jangan sampai pemilu ini dicurangi. Semua pihak harus bekerja keras untuk mengawasi hal itu.

"Jajaran KPU, bawaslu, pemerintah, pemerintah daerah, Polri, TNI, parpol, kubu masing-masing capres, pers dan masyarakat luar. Mari kita cegah Jangan sampai ada Pemilu curang," imbaunya.

SBY juga merespons isu kecurangan Pemilu yang dilakukan oleh pemerintah. Menurut SBY, isu itu berlebihan.

"Dulu ketika pemerintah berasal dari satu parpol, penyelenggara Pemilu ditentukan pemerintah, mungkin, kalau dinilai pemerintah ikut campur, tidak netral dan curang. Sekarang, KPU itu independen, Bawaslu independen, tidak ada campur tangan pemerintah, apalagi campur tangan presiden," tuturnya.

SBY heran, di era saat ini bagaimana caranya pemerintah melakukan kecurangan. Sebab, ada semua wakil parpol yang duduk di kursi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Jadi berlebihan lah, kalau presiden dituduh curang, tidak netral, tidaklah, saya kstaria, kalau kalah yah kalah, kalau menang ya menang," ungkapnya.

"Dulu waktu pemilu presiden 2001 saya kalah, saya terima kekalahan saya, saya menyampaikan selamat kepada Pak Hamzah Haz, saya ajak konstituen saya mendukung Pak Hamzah Haz. Kemarin waktu Pileg, Partai Demokrat kalah, saya menerima kekelahan itu, saya ucapkan selamat kepada PDIP, Golkar dan Gerindra," tutupnya.


(mpr/dnu)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com