Praperadilan Gugur, Zulfikar Siap Buktikan Jadi Korban Salah Tangkap

- detikNews
Rabu, 18 Jun 2014 13:19 WIB
ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) memutuskan menggugurkan sidang praperadilan untuk kasus Zulfikar dan Baharuddin. Keduanya diduga menjadi korban salah tangkap oleh Polres Jakarta Pusat pada 27 Maret lalu.

Sidang berlangsung hanya sekitar 15 menit. Hakim tunggal Robert Siahaan langsung membacakan putusan sidang.

"Sikap kami dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat adalah gugur untuk sidang pra peradilan," ujar Robert di ruang sidang Wirjono Projodikoro, PN Jakpus, Jl Gajah Mada, Rabu (18/6/2014).

Robert mengatakan, putusan gugur dikarenakan sidang pidana untuk kasus itu telah dimulai. Sidang pidana yang dimaksud Zulfikar dan Baharuddin didakwa melakukan perampokan di sebuah rumah di kawasan Sawah Besar telah digelar pada Senin (16/6) lalu.

"Praperadilan gugur karena sidang pidana telah dilakukan," ucap Robert.

Sementara itu, kuasa hukum Zulfikar dan Baharuddin, Hardi Firman mengaku legowo dengan keputusan hakim. Namun ia menduga, pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat sengaja mempercepat pelimpahan berkas ke PN Jakpus untuk menggugurkan sidang praperadilan.

"Tiba-tiba kemarin hari Senin sidang pidananya dimulai. Memang biasanya strategi kejaksaan begitu agar praperadilan gugur," kata anggota LBH Jakarta ini.

Hardi menyerahkan berkas gugatan sidang pra peradilan untuk Zulfikar dan Baharuddin pada 3 Juni lalu. Kemudian sidang perdana digelar pada 12 Juni. Sementara sidang terakhir tadi adalah untuk yang keempat kalinya.

"Ya tapi nggakpapa lah, dengan begini kan sidangnya jadi lebih cepat. Kami akan berusaha semaksimal mungkin bantu terdakwa," tutupnya.

Zulfikar dan Baharuddin ditangkap polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat pada 27 Maret lalu. Keduanya dituduh melakukan perampokan di salah satu rumah milik anggota Polda Metro Jaya di kawasan Sawah Besar. Zulfikar dan Baharuddin mengaku sempat dianiaya untuk mengakui perbuatan tersebut.



(kff/asp)