Salah Tangkap Kembali Terungkap, Hati-hati Dititipi Sebungkus Rokok!

- detikNews
Jumat, 23 Mei 2014 16:20 WIB
ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Salah tangkap di kasus narkoba kembali terungkap. Kali ini korban salah tangkap dituduh memiliki narkoba dalam sebungkus rokok. Selidik punya selidik, rokok tersebut milik orang lain.

Hal ini seperti yang dialami oleh warga Desa Wangkal, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) Abidin. Kasus bermula saat Andik mengajak Abidin untuk menginap di Tretes, Pasuruan pada 8 Februari 2010. Keduanya sampai di Hotel Surya pukul 15.30 WIB. Tapi tidak berapa lama, Andik pamit keluar hotel dengan terlebih dahulu menitipkan sebungkus rokok ke Abidin.

Anehnya, seorang polisi tiba-tiba datang menggeledah, tidak berapa lama setelah Andik beranjak dari hotel. Abidin yang ada di kamar hotel pun kaget. Apalagi tiba-tiba polisi menemukan bungkus rokok tersebut. Sayangnya, bantahan Abidin disangkal dan mau tidak mau Abidin pun diadili.

"Sabu itu bukan milik saya, milik Andik. Saya tidak mengetahui keberadaan sabu dalam bungkus rokok itu," kata Abidin seperti tertuang dalam putusan kasasi yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA), Jumat (23/5/2014).

Pada 18 Agustus 2010 Pengadilan Negeri (PN) Bangil membebaskan terdakwa dari jeratan hukum. Tidak terima, jaksa lalu kasasi. MA bergeming dan tetap membebaskan Abidin.

"Tidak menerima permohonan kasasi," putus majelis kasasi.

Vonis ini dijatuhkan oleh hakim agung Artidjo Alkostar, Sri Murwahyuni dan Salman Luthan. Dalam vonis yang diketok pada 2 Februari 2011 silam itu, Sri Murwahyuni berbeda pendapat. Menurutnya Abidin seharusnya bukan dibebaskan tetapi dilepaskan. Sebab rokok berisi sabu itu ada di penguasaan Abidin tetapi Abidin tidak mengetahui jika barang yang dititipkan adalah sabu.

"Tidak ada saksi atau pun petunjuk yang dapat membuktikan bahwa Terdakwa mengetahui dalam bungus rokok yang dititipkan Andik ada sabu-sabunya. Terdakwa terbukti menguasai narkotika golongan I tetapi perbuatan Abidin bukan merupakan tindak pidana," ujar Sri Murwahyuni menjelaskan alasan melepaskan Abidin.

Lantas siapakah Andik? Hingga kini polisi belum bisa menangkap dan memasukkan Andik dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).



(asp/trq)