Pimpinan MA Carter Pesawat Jet, Mantan Jaksa Agung: Mestinya Jangan

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2014 17:45 WIB
Jakarta - Pimpinan Mahkamah Agung (MA) menyewa pesawat jet dalam lawatan kerjanya ke Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mantan jaksa agung yang juga pernah menjadi hakim agung, Abdul Rahman Saleh menyayangkan hal itu.

Abdul Rahman mengaku saat ia masih menjabat hakim agung belum pernah menyewa jet pribadi untuk dinas ke luar kota.

"Saya kan Ketua Muda (Bidang Pengawasan), kalau bagian saya setahu saya tidak pernah," kata Saleh, usai diskusi bertema 'Mengembalikan Keagungan MA', di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (21/5/2014).

Saleh mengaku tak banyak tahu terkait sewa pesawat jet pribadi oleh MA ini. Hanya saja mantan Jaksa Agung periode 2004-2007 ini menyarankan jika segala sesuatu jangan terlalu berlebihan.

"Saya tidak begitu memperhatikan itu. Segala sesuatu harusnya proporsional ya, kalau tidak diperlukan mestinya jangan," tuturnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 113/PMK/05/2012 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, diatur bahwa Ketua MA dan hakim agung maksimal menggunakan tiket pesawat kelas bisnis. Selain Ketua MA, pejabat negara yang diperbolehkan menggunakan kelas bisnis yaitu:

1. Ketua/Wakil Ketua DPR, MPR, DPR, DPD, BPK, MA, MK.
2. Menteri atau Pejabat setingkat Menteri
3. Gubernur/Wakil Gubernur
4. Bupati/Walikota
5. Ketua/Wakil Ketua/Anggota Komisi
6. Pejabat Eselon I, serta pejabat lainnya yang setara

Untuk kapal laut, mereka berhak mendapat fasilitas kelas VIP/Kelas 1A.



(rna/asp)