DetikNews
Minggu 19 Desember 2004, 16:36 WIB

Bibi Kaisar Jepang Meninggal di Usia 92 Tahun

- detikNews
Jakarta - Putri Kikuko, Bibi Kaisar Jepang Akihito, meninggal dalam usia 92 tahun pada Sabtu (18\/12\/2004). Putri Kikuko dirawat di RS St. Luke Tokyo sejak Februari lalu karena menderita sakit ginjal. Keluarga kerajaan Jepang mengumumkan masa perkabungan selama lima hari. Newsday.com<\/i> melaporkan, belum diketahui kapan Putri Kikuko akan dimakamkan. Namun, keluarga kerajaan menyatakan paling lambat pada bulan ini Putri Kikuko sudah harus dimakamkan. Putri Kikoku dikenal sebagai perempuan yang terbuka. Ia membolehkan perempuan mengambil tahta Kerajaan Jepang. Putri Kikuko, yang juga dikenal sebagai Putri Takamatsu, menjanda sejak Kaisar Hirohito bertahta. Ia adalah cucu Yoshinobu Tokugawa, Shogun terakhir di Jepang.PM Jepang Junichiro Koizumi menyatakan, Putri Kikoku telah memberi kontribusi pada masyarakat Jepang di hampir berbagai bidang. Ia juga terlibat aktif dalam penelitikan kanker sejak tahun 1930. Pada 1968, Putri Kikuko memulai mendanai berbagai riset tentang kanker, menyelenggarakan simposium, memberi penghargaan pada para ilmuwan karena berbagai jasanya.Putri Kikuko dikenal sebagai perempuan di antara anggota keluarga kerajaan Jepang yang terikat oleh tradisi sekaligus juga yang paling progresif. Putri Kikuko tidak mempunyai anak. Suaminya -seorang dermawan dan seorang penasehat Hirohito di tahun 1940- meninggal di tahun 1987 akibat kanker paru-paru.Putri Kikuko menerbitkan memoarnya pada 1995. Banyak orang Jepang terkejut dengan penerbitan buku hariannya ini sebab berisi kritik militerisme Jepang selama perang dunia kedua. Oleh karena itu, pihak keluarga Kaisar sangat menentang penerbitan buku ini.Pada 2002, sesudah Naruhito dan Putri Masako mempunyai seorang anak perempuan, Putri Kikuko adalah orang pertama yang menyatakan di depan publik bahwa seorang putri kerajaan Jepang boleh mengambil takhta kerajaan. Bahkan, ia menyarankan undang-undang kerajaan harus segera direvisi. Di dalam sebuah artikel yang ia tulis untuk sebuah majalah wanita, Putri Kikuko mengemukakan seorang kaisar perempuan memang \\\"tidak tak alami\\\". Namun, sejak 1960 tidak ada seorang anak laki-laki yang dilahirkan di keluarga Kaisar Jepang. Hal inilah yang membuatnya sangat prihatin.Seorang pejabat pemerintah Jepang yang juga menyokong direvisinya undang-undang kerajaan menyatakan, sebuah survei baru menunjukkan lebih dari 80 persen responden menyetujui seorang kaisar perempuan memerintah kekaisaran Jepang.


(mar/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed