ADVERTISEMENT

Kapolri Khawatir Terjadi 'Vacuum of Power' Jika Perhitungan di KPU Molor

- detikNews
Kamis, 08 Mei 2014 16:30 WIB
Jakarta - Hanya tersisa satu hari hingga batas akhir perhitungan suara pileg di KPU yaitu Jumat (9/5) besok. Kapolri Jenderal Sutarman khawatir jika perhitungan ini molor akan berimbas kepada molornya pengangkatan presiden baru Oktober mendatang.

"Apabila proses pilpres terjadi masalah-masalah dan hingga 21 Oktober lewat, maka harus ada seseorang yang mengambil alih keamanan dan mengendalikan NKRI. Hingga saat ini belum ada ketentuan dalam perundang-undangan siapa yang mengambil alih," kata Sutarman di acara penandatanganan kesepatan terkait pengamanan pemilu, di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014).

Hamdan menyatakan, jika sampai terjadi 'vacuum of power', Kapolri tidak akan mengambil alih itu. Meski begitu Polri tetap bertugas menjaga stabilitas negara.

"Jika jadwal pelantikan presiden terlambat tidak ada yang melantik karena presiden lama sudah demisioner berikut menteri-menterinya. Yang ada ketua MA, ketua MK, kapolri, panglima TNI dan sebagainya. Itu yang menjadi persoalan yang harus didiskusikan," tutur Sutarman.

Menurut Ketua MK Hamdan Zoelva, hingga kini memang tentang kekosongan kekuasaan tersebut belum diatur oleh konstitusi. Maka dari itu harus ada kesadaran dari seluruh warga negara termasuk partai politik agar agenda pemilu benar-benar bisa berjalan sesuai jadwal.

"Pelantikan presiden tepat pada 21 oktober atau sebelumnya. Ini final dari seluruh pemilu. Insya Allah bagi MK yang diberi kewenangan untuk selesaikan dalam waktu 30 hari akan menyelesaikan. Kami tidak akan keluar dari 30 hari, bisa kurang dari 30 hari untuk kejar agenda ketatanegaraan," kata Hamdan, Kamis (8/5).



(rna/ndr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT